
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh sebanyak 20 orang peserta yang semuanya perempuan. Fokus pelatihan tersebut terkait tata cara pembuatan Tepa atau Topi khas Dayak Wehea.
Mulai penyiapan bahan rotan, penganyaman hingga menjadi produk kerajinan yang siap dipasarkan. Secara umum, teknik pembuatan tepa dibagi menjadi tiga tahapan yaitu
Pertama, persiapan meliputi pemilahan rotan, penjemuran, pembelahan dan raut. Kemudian, penganyaman rotan yang sudah diraut untuk sampai terbentuk tepa. Terakhir atau finishing meliputi pemasangan aksesoris, kain beludru, manik-manik dan lainnya.
Kepala Desa Nehas Liah Bing, Yosepa Ping menyampaikan apresiasinya terhadap penyelengaraan program pelatihan kerajinan khas dayak wehea. Menurutnya kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat adat dayak Wehea khususnya bagi peserta pelatihan yang berasal dari Desa Nehas Liah Bing.
"Harapan kami semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga kerajinan tangan khas dayak wehea dapat diwariskan dan dilestarikan sampai generasi berikutnya," jelasnya.
Sementara, Regional Head Kaltim 1 Wahau, Anjar Dwi Nugroho menjelaskan, kegiatan pelatihan kerajinan ini adalah upaya bersama untuk melestarikan warisan budaya Masyarakat disekitar perusahaan.
"Kegiatan ini diharapkan selain dapat menarik minat kaum muda juga bisa menjadi tambahan pendapatan untuk setiap produk kerajinan yang terjual," tambah Anjar.
Perlu diketahui, DSN Group secara konsisten telah ikut serta berpartisipasi pada kegiatan lomplai atau Erau tahunan yang diselenggarakan oleh lembaga adat dayak wehea, pemerintah setempat dan stakeholders lainnya. (Adv)