Unmul Terima Pertukaran 11 Mahasiswa Dari Jepang
1 menit baca661 kali dibaca

Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Universitas Mulawarman (Unmul) menerima 11 mahasiswa asal jepang yang mengikuti program pertukaran pelajar internasional di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
Rektor Unmul Abdunnur menyebutkan bahwa Ini merupakan tahun ke-2, Unmul bersama mitranya kembali melakukan program pertukaran pelajar bertajuk "The 2nd International Student Exchange Faculty of Forestry Mulawarman University Ulin Sustainability For The Future".
Program ini sangat penting untuk dilanjutkan. Sebab, sesuai visi Universitas Mulawarman, menjadikan Unmul menuju 'World Class University'. "Tolak ukurnya adalah sering mengadakan program pertukaran pelajar seperti ini. Kami juga akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa kami, untuk belajar juga di negara Jepang nantinya," ucap Abdunnur, saat usai kegiatan, Selasa (20/2/2024).
Selain itu tidak hanya Fakultas Kehutanan saja yang menjalin kerjasama dengan univeritas di jepang, melainkan fakultas lain pun juga telah berkolaborasi dengan berbagai universitas luar negeri.
“Mereka nanti belajar tentang tropical rainforest, sesuai dengan fakultasnya. Mereka juga belajar soal manajemen hutan, ilmu kehutanan, dan tidak menutup kemungkinan belajar banyak hal terkait budaya yang ada disini," jelasnya.
Seluruh pertukaran pelajar yang terlibat diminta untuk berinteraksi dengan mahasiswa lokal yang ada. Setidaknya, hal itu dapat menambah jejering serta wawasan mengenai kultur budaya yang ada.
Para mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang pada bulan Juni 2024 nanti dipesan untuk bisa mempelajari tentang ilmu kehutanan yang ada di negeri sakura.
"Harapannya, mereka bisa menimba ilmu di jepang sana, dan membawa pengaruh baik ke negara nya sendiri, yaitu Indonesia khususnya Kalimantan Timur," tutup Abdunnur.
Sebagai informasi, belasan mahasiswa jepang tersebut berasal dari tiga universitas yang beragam. Mulai dari Kyoto University, Mie University, serta Kyoto Prefectual University. Mereka akan mengikuti program ini, selama 10 hari kedepan mulai tanggal 20 - 29 Februari 2024. (adv)










