PT Khotai Makmur Raih Penghargaan Nasional di ISDA 2023
2 menit baca1.228 kali dibaca

Penulis: Permata S Rahayu
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) berhasil memperoleh penghargaan atas program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam ajang Indonesia Sustainable Development Award (ISDA) 2023.
Dalam puncak kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Westin, Jakarta pada Senin (4/12/2023), PT KMIA memperoleh penghargaan terbaik ke-2 untuk program pengembangan Bank Sampah.
“Kategori yang diajukan ini untuk pelaku pengembangan program, Hero Lokal, atas nama Ibu Yayuk Sehati,” terang Direktur CSR dan Security PT KMIA, Muliawan Margadana.
Ia menambahkan, pengembangan Bank Sampah selama ini dilakukan di Desa Suka, Maju Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Program tersebut sejalan dengan pelaksanaan tujuan ke-12 SDGs untuk mengurangi produksi limbah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang dan penggunaan kembali.
Dalam pelaksanaan program Bank Sampah, masyarakat berhasil memproduksi paving block berbahan dasar dari sampah plastik. Muliawan menyebuut, program ini telah memberikan manfaat bukan hanya pada pengurus Bank Sampah ataupun nasabah dan anggotanya. Melainkan juga memberikan manfaat untuk seluruh warga desa dan masyarakat lain di sekitar desa dalam memanfaatkan limbah plastik.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi tidak hanya bagi PT KMIA, melainkan juga para pemangku kepentingan baik dari warga masyarakat, pemerintah desa, dan segenap pihak yang telah berkolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan sosial dan lingkungan di wilayah lingkar tambang,” lanjutnya.
Sementara itu, Hero Lokal yang berhasil memenangkan ISDA 2023, Yayuk Sehati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT KMIA yang selama ini sudah membantu Bank Sampah untuk terus bisa produktif dalam mengelola sampah plastik. Ia menceritakan, dengan bantuan-bantuan yang diberikan perusahaan, produksi paving block yang dilakukan pihaknya menjadi lebih optimal.
“Mulanya kami hanya bisa memproduksi kurang lebih 50 paving block, sekarang bisa dua kali lipat jadi 100 paving block setiap hari. Ini karena alat dan pendampingan yang diberikan perusahaan untuk kami,” cerita dia.
Ia mengungkapkan, perusahaan terus membersamai Bank Sampah untuk bisa terus produktif dengan rutin menanyakan apa yang jadi kebutuhan Bank Sampah untuk mengelola sampah plastik. Ia harap, penghargaan yang sudah diterima bisa menjadi motivasi bagi pihak-pihak lain untuk terus melihat potensi dari sampah-sampah yang dihasilkan.
“Bukan manfaat ekonomis saja, tapi semangat menjaga lingkungan dari sampah plastik yang harus terus ditanamkan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Maruly Z










