Tak disangka, program ini kemudian disambut baik oleh masyarakat pesisir di Tanjung Batu, Kalimantan Timur. Sejak bulan Agustus 2021 lalu, para nelayan dan ibu picker di daerah tersebut sudah secara rutin dan mandiri melaksanakan program menabung bersama.
“Kebetulan masyarakat di sini sudah lebih dulu melihat sejumlah kejadian yang mau tak mau memaksa mereka untuk memiliki dana darurat, seperti mesin kapal dan alat tangkap yang memerlukan perbaikan, kebutuhan rumah tangga, pengobatan karena sakit atau kecelakaan kerja. Mereka bilang, kalau tak ada dana darurat, bisa payah nanti, tidak tahu lagi harus mengandalkan siapa.” kata Community Development di area Kalimantan Timur, Yanuardi Septian, Rabu (6/12).
Jusman, salah satu nelayan di Tanjung Batu, menambahkan, bahwa banyak diantara mereka yang sadar setelah mengalami kejadian terlebih dahulu hingga akhirnya memilih menabung secara rutin dan mandiri.
Jusman mengatakan bahwa warga di pesisir Tanjung Batu dengan inisiatifnya melakukan pertemuan untuk menabung dilakukan dua kali dalam satu bulan. Anggota yang terdaftar di komunitas Aruna, seperti pada nelayan, istri-istri yang bekerja sebagi picker adalah yang boleh mengikuti kegiatan menabung kolektif.
“Jujur, perlu diakui bahwa kami harus lihat kejadian dulu, baru ada kesadaran untuk menabung secara rutin dan mandiri. Makanya, jangan sampai nelayan-nelayan di luar sana seperti kami. Kejadian jelek dulu, baru mulai nabung," kata Jusman.
Bisa dibilang, mekanisme kegiatan menabung ini sama seperti arisan. Para anggota biasanya akan bertemu di satu tempat yang telah disepakati, bisa rumah dari salah satu anggota atau Aruna Hub Tanjung Batu. “Uang tabungan disetorkan menggunakan uang tunai yang kemudian nanti akan disimpan di akun bank milik koperasi Aruna. Pak Moko, Nelayan Aruna 001, adalah bendaharanya yang bertugas untuk mengumpulkan seluruh uang tabungan yang diterima.” tambah Yanuardi.
Setelah menerima uangnya, anggota nelayan lainnya Moko akan melakukan validasi ulang terkait jumlah setoran setiap anggota ke WA grup. Apakah sudah sesuai dengan setoran mereka dan catatan di buku besar?. Setelah semua jumlah setoran valid, laporan dan uang akan dikirim ke tim Aruna untuk dikelola lebih jauh.
"Nah, kalau di suatu saat nanti ada keperluan mendadak, ini uang bisa diambil sewaktu-waktu, kok. Prosesnya juga tidak ribet, sehingga memudahkan dan tidak bikin malas,” ujar Jusman.
Aruna turut bangga pada hal kecil yang akhirnya menjadi kebiasaan baik bagi masyarakat pesisir di Tanjung Batu. Menumbuhkan dan merawat budaya menabung tentu tidak semudah yang dibayangkan. Untuk mengapresiasi hal ini, Aruna mengadakan kegiatan “Mag'Lami-Lami Lahatku Kampung Tanjung Batu” pasca hari jadi Tanjung Batu yang ke-71.
Pada acara tersebut, masyarakat melakukan banyak aktivitas seru, seperti membakar ikan, mengikuti pameran kuliner, melihat pentas seni, dan lomba memancing. Ada lebih dari 150 orang yang turut meramaikan agenda ini. (Adv)
Editor: Aspian Nur