Program Terang Kampungku Terus Berprogres, Titik Lokasi yang Ditetapkan di RPJMD Semuanya Sudah Terbangun
2 menit baca479 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan program unggulan Kukar Idaman yakni pemenuhan kebutuhan dasar listrik melalui Program Terang Kampungku terus berprogres.
Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan seluruh titik yang ditetapkan untuk pembangunan unit jaringan listrik baik itu dengan PLN ataupun pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal saat ini sebagian besar sudah terpenuhi.
"Program terang kampungku ini terus berjalan titik-titik yang telah kita tetapkan untuk pembangunan PLTS komunal sesuai dengan di RPJMD itu sudah semua sudah berjalan dan lagi berjalan ini di Desa Kupang Baru di desa induknya 1 unit, di Dusun Mekarsari 1 unit dan kemudian di Desa Liang Buaya 1 unit dan di Dusun Nangka Bonah Seberang Desa Tunjungan juga sedang berjalan," kata Arianto kepada Korankaltim.com, Minggu (26/11/2023).
Saat ini yang masih dan yang dilakukan pada APBD Perubahan 2023 ini sebanyak 3 unit, sedangkan yang di APBD murni 1 unit itu merupakan penambahan saja karena ada kekurangan beberapa yang speknya tidak tepat.
"Speknya tidak pas jadi kami minta rekanan dari desa itu untuk melengkapi disesuaikan dengan sebaiknya sehingga nanti bisa dibayarkan untuk kegiatan di Kupang Baru yang desain tahun ini secara titik lokasi yang sudah dimasukkan di RPJMD kebijakannya untuk PLTS komunal secara desa besarnya sudah terpenuhi namun perencanaannya itu di Tahun 2022 ternyata ada pengaruh kenaikan harga dari perencanaan itu, sehingga tidak bisa optimal dengan pagu yang kita anggarkan pada perencanaan itu," ujar Arianto lagi.
Hal ini disebabkan karena adanya inflasi kemudian kenaikan harga material, sehingga DPMD mengusulkan pada APBD 2024 itu akan dioptimalisasi.
"Agar masyarakat terlayani, contoh di Desa Liang Buaya itu dari perencanaan itu dua titik itu hanya 10 miliar ternyata setelah dibangun dengan kondisi sekarang dengan kondisi kenaikan harga material baik ulin ataupun material dari elektrofikasinya itu tidak cukup masih ada yang seperti RT kurang lebih ada tidak dapat sekitar 30 KK, jadi berkurang cakupannya karena berkurang tapi kalau secara pembangunan semua sudah terpenuhi semua infrastruktur sarana prasarananya namun pemenuhan pemanfaatannya itu kurang jadi perlu ditambah kapasitas dan jaringan lagi dan itu akan kami usulkan di 2024," tutup Arianto. (adv)










