Penyuluhan Pengolahan Eceng Gondok kepada Masyarakat Simpang Pasir oleh Tim Pengabdian Teknik Kimia Polnes
1 menit baca586 kali dibaca

Penulis: Faishal Ays
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim Pengabdian Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Samarinda lakukan penyuluhan pengolahan eceng gondok menjadi produk bernilai ke masyarakat Kelurahan Simpang Pasir, Senin (6/11/2023).
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tim Pengabdian Teknik Kimia berupaya untuk mengatasi permasalahan melimpahnya eceng gondok di sekitar masyarakat agar menjadi potensi yang dapat bermanfaat.
Tim Pengabdian terdiri dari dua dosen Teknik Kimia Polnes yaitu Alwathan dan Kusyanto serta dua mahasiswa melakukan observasi dan analisa terhadap permsalahan tersebut untuk menemukan solusinya. Berangkat dari permasalah tersebut, diadakanlah kegiatan penyuluhan pengolahan enceng gondok ini untuk menjadi produk bermanfaat diantaranya ialah pupuk organik cair (POC).
Ketua Tim Pengabdian, Alwathan mengatakan selama ini masyarakat beranggapan bahwa POC hanya dapat dibuat dari sampah sayuran saja.
Selain penyuluhan, pada kegiatan ini juga dilakukan pembuatan langsung cara membuat pupuk cair dari enceng gondok. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah molase, Effective Microorganism (EM4), dan enceng gondok. Sebelum digunakan, enceng gondok terlebih dahulu dipotong kecil-kecil atau dicacah. Wadah yang digunakan berbahan plastik dan memiliki keran agar memudahkan proses pengambilan pupuknya nanti.
“Selanjutnya 1 liter air dimasukkan ke dalam wadah tersebut dan dicampur dengan semua bahan yang telah disiapkan, proses fermentasi berlangsung 2 minggu dan POC siap untuk digunakan,” ucap Alwathan.
POC ini dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar sebab sebagian besar mitra yang terlibat merupakan anggota kelompok tani yang mana bekerja sebagai petani sayur. Sehingga, POC dapat diaplikasikan langsung untuk kegiatan pertanian tersebut.
“Harapannya kegiatan ini dapat memberi wawasan dan keterampilan baru bagi masyarakat di sini agar dapat memanfaatkan sesuatu yang tadinya adalah sebuah masalah menjadi potensi yang bermanfaat dan dapat dilakukan secara mandiri,” tukasnya. (*)










