Dosen dan Mahasiswa Polnes Latih Pembuatan Eco-Enzyme ke Warga Simpang Pasir Samarinda
1 menit baca659 kali dibaca

Penulis: Faishal Ays
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melatih warga Kelurahan Simpang Pasir Samarinda mengolah sampah organik menjadi produk eco-enzyme yang memiliki banyak kegunaan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diprakarsai oleh tim dari Dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Polnes menggandeng mitra warga serta kelompok tani di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Senin (6/11/2023).
Ketua Tim pelaksana Noorma Kurnyawaty mengatakan pelatihan yang dilakukan ini terutama pada merubah sampah sampah organik sisa kegiatan rumah tangga seperti sisa kulit buah dan sayur menjadi hal yang bisa digunakan.
Polnes sendiri kata dia, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi juga bergerak dalam bidang lingkungan. Karena itu, mengambil peran untuk mensukseskan kegiatan dan pengolahan sampah menjadi lebih bernilai dengan cara memberikan pelatihan dan penyuluhan melalui kegiatan PKM ini.
“Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan termasuk permasalahan yang sangat umum. Ternyata dapat diubah menjadi lebih bernilai jika dilakukan dengan pengelolaan yang tepat,” ucap Noorma.
Kegiatan pelatihan ini disambut dengan sangat antusias oleh para peserta yang turut hadir. Salah satu peserta mengucapkan terima kasihnya kepada tim dari Polnes, ia mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuannya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat menambah pengetahuan kami terutama dalam pembuatan eco-enzyme, karena selama misalnya sisa kulit buah dan sayur langsung dibuang begitu saja,” akunya.
Peserta juga mempraktekan secara langsung proses pembuatan eco-enzyme dengan bahan baku kulit buah dan daun eceng gondok yang cukup banyak terdapat di sekitar rumah-rumah warga. Bahan pembuatan eco-enzyme yang digunakan adalah sampah organik, molase, dan air.
“Semoga ke depan tim bisa kembali lagi untuk saling belajar ilmu baru” ujarnya lagi.










