Pemeriksaan Kesehatan ini ditujukan kepada Orang dengan Masalah Kejiwaan (OMK), penderita kanker dan talasemia yang pelaksanaannya digelar di Desa Kelempangsari, Kecamatan Kuaro pada Selasa (24/10/2023).
Tidak seperti biasanya, kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di ruangan, namun kali ini dilaksanakan di alam terbuka yakni di Sektor Wisata Hutan Mangrove Lati Tuo, Desa Kelempangsari, Kecamatan Kuaro.
Ketua pelaksana kegiatan, drg. Vieel Sidhatut T.Sy, M.AP menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan di alam terbuka agar masyarakat yang datang tidak segan dan ragu. Sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Sengaja dilaksanakan di ruang terbuka, karena kami ingin masyarakat yang hadir tidak ragu dan takut, terlebih lagi peserta pada kegiatan ini merupakan pasien dengan masalah kejiwaan ," ucapnya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut juga dihadirkan dr. Aulya Fadillah Lompi,Sp.KJ, yakni dokter spesialis jiwa. Sehingga setiap pasien yang merupakan OMK juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan pada kegiatan tersebut.
Selain pasien dengan gangguan jiwa, juga dilakukan pelayanan terhadap pasien kanker dan talasemia. Sementara itu pasien yang datang merupakan pasien dari delapan desa di Kecamatan Kuaro, yakni Desa Klempang Sari, Rangan, Pekasau, Padang Jaya, Kertabumi, Paser Mayang, Modang dan kelurahan Kuaro.
Koordinator Program Kesehatan Kerja dan Olahraga Tim Porwasit Puskesmas Kuaro Linda Eka menyampaikan, meskipun terdapat sekurangnya seratus peserta pada kegiatan tersebut, namun diakuinya bahwa masih terdapat beberapa pasien yang tidak bisa hadir.
"Sekitar seratus pasien yang hadir dan memeriksakan kesehatannya, tapi masih ada beberapa sasaran yang tidak bisa hadir ke sini," jelasnya.
Ia berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, dapat menguatkan psikologis setiap pasien. Sebab dengan pemeriksaan kesehatan tersebut, setiap pasien gangguan kejiwaan bisa merasakan bahwa mereka juga mendapatkan perhatian khusus dari petugas kesehatan.
"Kami menginginkan setiap orang memiliki rasa kebersamaan, mereka tidak sendiri, mereka juga mendapatkan perhatian oleh setiap instansi kesehatan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin