Bangga Kencana Jadi 3 Pilar Pembangunan DP2KB Kutai Kartanegara
2 menit baca904 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara Adinur mengatakan tiga pilar pembangunan besar di perangkat daerah yang dipimpinnya secara umum adalah program pembangunan Bangga Kencana.
Tiga pilar yang dimaksud ialah pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana atau disingkat Bangga Kencana.
"Dalam Bangga Kencana masuk satu diantaranya pencegahan stunting jadi kami di pembangunan keluarga itu disamping pembinaan remaja ada yang namanya Genre atau generasi berencana, kemudian ada yang namanya Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia jadi khusus untuk pembangunan keluarga ini bagaimana keluarga itu bisa diberdayakan kemudian diedukasi supaya nanti keluarga itu bisa hidup sehat kemudian memiliki anak yang berkualitas," kata Adinur kepada Korankaltim.com, Kamis (17/8/2023).
Keluarga berencana itu bukan hanya membatasi angka kelahiran tapi menciptakan keluarga yang berkualitas. Tidak bisa juga membatasi angka kelahiran, karena khawatir nanti akan kekurangan penduduk untuk pembangunan. Jadi keluarga berencana ini yang kedua yaitu kependudukan. Disitu ada perihal pengendalian penduduknya, kita mengendalikan jumlah angka kelahiran supaya bisa seimbang kelahiran dan kematian, kita mengendalikan sehingga pada saat nanti kita bisa mencapai angka bonus demografi.
Angka usia remaja atau angka angkatan usia kerja memang sudah banyak dan bonus demografi itu sudah dicapai, tetapi lagi-lagi kalah di kualitas.
"Kualitas inilah yang menjadi harapan kita supaya nanti kalau sudah angkatan usia keluarga mampu memiliki anak-anak berkualitas yang nantinya bisa diandalkan untuk membangun negara ini mereka bisa membangun dengan baik melalui tenaga pikiran mereka, mereka juga bisa menciptakan lapangan kerja," sebut Adinur.
Saat ini Indonesia sudah 78 tahun merdeka, saat 100 tahun ulang tahun emas RI yakni tahun 2045 apakah ada perubahan signifikan ataukah masih seperti ini, makanya dibawah perintah presiden melalui BKKBN RI yang dikepalai Hasto Wardoyo yang diketahui pernah mengabdi di Kutai Kartanegara lebih 5 tahun sebagai dokter di Kecamatan Kenohan, Kepala BKKBN pusat ini fokus untuk pengembangan pembangunan keluarga berencana.
"Angka kelahiran ini dibatasi, memang sekarang ada keberhasilan dulunya jumlah anak pada pasangan usia subur itu lima ke atas sekarang lima itu sudah sulit dicari, sekarang ini antara 1 sampai 3, lebih-lebih yang rata-rata dua anak. Memang kita berhasil di pembatasan pengendalian jumlah anak di dalam pasangan usia subur namun kita juga menyadari perlunya anak yang berkualitas yang bisa diandalkan," tegas Adinur. (adv)










