Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa tersebut. Diakui oleh koordinator LPB Pama Daya Taka, Rusdi Asri bahwa, dewasa ini banyak petani karet yang akhirnya menyerah dan beralih pada sektor petani Sawit.
"Ditengah ramainya petani karet yang gulung tikar dan beralih menjadi petani sawit, kami segenap pelaku UMKM masih bisa mempertahankan pohon karetnya untuk terus berproduksi. Kami akan terus memberikan dukungan penuh seperti pelatihan yang sedang kita laksanakan hari ini," ucap Rusdi Asri. Selasa (15/8/2023).
Berbagai hal disampaikan dalam pelatihan tersebut. Diantaranya berkaitan dengan, Penentuan Waktu Pemanenan, Pemilihan Alat Pemanenan, Teknik Pemotongan, Pengumpulan Getah, Penanganan Getah.
Bahkan sampai pada pelaksanaan perawatan terhadap tanaman karet. Ada beberapa tahapan yang harus diketahui dalam penerapan perawatan. Yakni, Pemangkasan, Pemberian pupuk, irigasi, Pengendalian Hama dan Penyakit, Pemeliharaan Tanah, Rotasi Tanah.
Disisi lain, CSR Section Head PT. Pama Bayu Handoko mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian PT. Pamapersada Nusantara terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kami berupaya untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam hal pertumbuhan perekonomian masyarakat, semoga saja apa yang kami lakukan ini, juga mendapat dukungan dari masyarakat dan juga Pemerintah Kabupaten Paser," kata Bayu.
Sementara Ketua kelompok Masyarakat Mandiri, Subhan. Menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut, sebab melalui pelatihan tersebut Petani Karet semakin termotivasi.
"Semangat kami dalam budidaya karet ini memang naik dan turun, apalagi jika harga karet yang cenderung semakin turun, dengan adanya pelatihan ini membuat kami semangat lagi untuk terus mengembangkan produktivitas karet," ucap Subhan. (adv)