Di stand ekspo Gedung PBSI Stadion Rondong Demang Tenggarong ini, DP2KB berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, memberikan layanan IVA Test bagi kaum ibu-ibu sebagai upaya kepedulian mencegah kanker serviks, Sabtu (22/7/2023).
"Besok kami berikan layanan IVA Test. IVA test ini dilakukan untuk deteksi dini kanker serviks, kami gabungan dengan Dinas Kesehatan, kalau kita sebelum berikan layanan IUD kan di IVA Test dulu. Nanti disini (di stand ekspo DP2KB screening nya," kata Kepala Bidang Pelayanan KB, Nurul Fitriningsih kepada korankaltim.com, Jumat (21/7/2023).
Nurul menjelaskan deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dianggap dapat menyelamatkan banyak wanita karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat.
Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua dalam deretan kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. "Oleh karena itu, pemeriksaan IVA sangat penting dilakukan," ucapnya.
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan.
Syarat-Syarat Pemeriksaan IVA agar hasilnya akurat, pemeriksaan IVA hanya boleh dilakukan oleh wanita yang memenuhi syarat, yaitu sudah pernah melakukan hubungan intim. Tidak berhubungan intim selama 24 jam sebelum pemeriksaan. Tidak sedang haid.
"Bila memenuhi ketiga syarat tersebut, maka dapat menjalani pemeriksaan IVA secara berkala sesuai anjuran dokter atau setidaknya setiap 3–5 tahun sekali," terangnya.
Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks secara dini, sebab kanker serviks stadium awal sering kali tidak bergejala. Gejala umumnya baru muncul pada tahap lanjut. (adv)
Editor: Aspian Nur