Cegah Stunting, DP2KB Kukar Apresiasi Festival Pangan Lokal
2 menit baca388 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Adinur mengapresiasi pelaksanaan festival pangan lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar.
Adinur mengatakan, festival pangan lokal B2SA mampu membantu upaya bersama seluruh stakeholder guna mencapai target penurunan kasus stunting di Indonesia menjadi 14 persen pada 2024.
“Semua instansi terkait melakukan berbagai intervensi agar stunting dapat diturunkan, salah satunya intervensi gizi seperti yang dilakukan kawan-kawan Disketapang melalui festival pangan lokal,” kata Adinur kepada korankaltim.com, Rabu (5/7/2023).
Target menjadi 14 persen ini bukan berarti target yang tidak bisa dicapai dengan baik. Adinur menegaskan hal tersebut membutuhkan kinerja bersama dalam mencapainya.
“Target penurunan stunting ini harus ditangani dengan kerja sama, kerja keras dan kerja nyata agar tercapai, dan hal ini bisa dilakukan dengan intervensi penurunan stunting salah satunya intervensi gizi,” tegasnya.
Sebagai informasi, festival pangan lokal B2SA Disketapang Kukar mengambil tema ‘Mencegah Stunting dan Meningkatkan Generasi Sehat dengan Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)’.
Kegiatan hasil kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kukar ini diikuti 20 peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan se-Kukar. Plt Kepala Disketapang, Wiyono mengatakan secara substantif kegiatan ini tentu sangat penting artinya karena ketika kita bicara soal pangan, maka kita sesungguhnya sedang membicarakan tentang kebutuhan dasar manusia yang paling utama.
Selain bagian dari hak asasi individu, pangan juga adalah komponen dasar dalam rangka membentuk dan membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu penting bagi kita untuk melakukan pengelolaan pangan secara komprehensif, integratif, dan terencana dengan baik.
"Melalui festival ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah potensi bahan pangan lokal menjadi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman, juga dapat memberikan nilai ekonomi dan nilai tambah pengolahan dan pemanfaatan produk pangan lokal yang berkelanjutan,” ucap Wiyono.
Pemenang dari festival pangan lokal tingkat kabupaten ini nantinya akan mewakili Kukar untuk mengikuti festival pangan lokal di tingkat provinsi. Wiyono menegaskan dan memahami bahwa ketika berurusan dengan stunting maka hal ini bukan hanya kerja teman-teman DP2KB, namun juga kerja bersama lintas sektoral termasuk Disketapang.
“Pemenang pangan lokal untuk kategori ibu hamil diraih Kecamatan Kota Bangun Darat, sedangkan pemenang kategori untuk bekal anak remaja putri diraih Kecamatan Tenggarong Seberang,” tegas Wiyono. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin










