
Peresmian gedung yang diberi nama Jenderal Sudirman itu dirangkai dengan Halalbihalal bersama warga Muhammadiyah khususnya yang ada di Samarinda. Meski hujan deras sempat mengguyur Kota Tepian sejak pagi termasuk di lokasi acara, namun kondisi tersebut tak menyurutkan antusias ribuan warga Muhammadiyah untuk Halalbihalal. Acara ini pun berjalan tepat waktu pukul 09.00 Wita.
Sejumlah tokoh dan ratusan pengurus Muhammadiyah termasuk Aisyiyah, Kepala TK ABA, para guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah se-Samarinda ikut hadir. Tak ketinggalan pula tamu undangan yang terdiri dari sejumlah Rektor perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia termasuk di Malaysia.
Pada kesempatan itu, Rektor UMKT Prof Bambang Setiaji menjelaskan, UMKT sendiri sudah berusia 5 tahun dimana gedung yang baru diresmikan ini dibangun oleh PT Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah. Adapun untuk sistem keamanannya nanti akan diserahkan kepada perusahaan keamanan di bawah naungan Muhammadiyah yakni Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Bangunan gedung 7 lantai yang dibuat dengan sentuhan khas milenial ini pada bagian dalam dan luarnya terdapat lukisan yang mengandung imajinasi tinggi dan dikerjakan oleh seniman asal Kebumen. Misalnya, untuk lukisan di bagian dalam gedung menggambarkan dua anak Dayak Kalimantan yang sedang mengintip Eropa melalui UMKT.
“Kami kabarkan ada 3 perempuan dari UMKT anak-anak transmigran sudah lulus dari Korea, 2 tahun di sini (pendidikan di UMKT) 2 tahun (pendidikan) di Korea. Langsung setelah lulus tidak pulang ke Kalimantan, 2 (orang) tetap di Korea ambil (pendidikan) S2 yang 1 (orang) pergi (pendidikan) ke Australi. Ambil S2 beasiswa juga,” jelas Rektor.
Para mahasiswi pemberani ini jelasnya dari keluarga kurang mampu dan tak memiliki banyak biaya, sehingga membuat mereka harus bekerja setiap Jumat, Sabtu dan Minggu saat libur perkuliahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Tahun ini kami memberangkatkan lagi generasi kedua, sebanyak 4 orang,” tambahnya.
Untuk sisi luar gedung terdapat lukisan yang diberi nama lorong keputusan. Lukisan ini menggambarkan anak-anak pedalaman Kalimantan yang berjalan di lorong dan pada bagian pojok kirinya terdapat tulisan UMKT 0 Kilometer.
Adapun terkait dipilihnya nama Jenderal Sudirman sebagai nama gedung baru tersebut tak lain untuk menghargai jasanya karena merupakan salah seorang tokoh Muhammadiyah yang menjadi ikon di TNI. Untuk diketahui, UMKT saat ini juga menunggu rekomendasi dari sejumlah lembaga untuk berdirinya program studi kedokteran.
Sementara Haedar Nashir dalam kesempatannya mengatakan, hadir di kampus UMKT untuk meresmikan gedung baru sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga besar persyarikatan Muhammadiyah di Samarinda.
Pada kesempatan kali ini pula dirinya bersama para rektor dari sejumlah perguruan tinggi milik Muhammadiyah dari sejumlah daerah di Indonesia membahas perkembangan perguruan tinggi khususnya University Muhammadiyah Malaysia yang pada tahun ini akan memulai program studinya.
“Sehari sebelumnya saya bersama Prof Bambang (Rektor UMKT) dan rombongan dari Sampit, Kalimantan Tengah meresmikan berdirinya Univesitas Muhammadiyah Sampit yang baru saja memperoleh izin dari Kemendikbud Ristek,” kata Prof Haedar.
Dia berharap, Muhammadiyah yang memiliki 173 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa berkontribusi pada kemajuan bangsa lewat jalur pendidikan, sehingga kampus tidak hanya sebagai pintu ilmu tetapi juga menjadi pintu membawa kemajuan peradaban. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin