Jumat, 01/10/2021
Jumat, 01/10/2021
Destinasi wisata baru di Balikpapan Kampung Bambu Wanadesa juga dapat menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga (Foto: Yudi Hadi/korankaltim.com)
Jumat, 01/10/2021

Destinasi wisata baru di Balikpapan Kampung Bambu Wanadesa juga dapat menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga (Foto: Yudi Hadi/korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan menyimpan banyak destinasi wisata yang belum terkuak. Potensi itu dapat diukur dari letak geografis Kota Beriman yang memiliki garis pesisir pantai membentang berhadapan dengan Selat Makassar.
Selain keindahan pantai nan menawan, Balikpapan yang pernah menempati kota kedua terbersih di ASEAN dan memenangkan tiga kategori sekaligus dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award tahun 2014 juga menyimpan keindahan wahana hutan bambu. Kawasan tersebut berada di wilayah Kampung Pati RT 26, Kelurahan Karang Joan, Balikpapan Utara dengan nama Ekowisata Kampung Bambu Wanadesa.
Berada di utara Balikpapan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan sehingga sangatlah cocok untuk membuang kepenatan dan menikmati keindahan alam jenis rumput terbesar dengan nama latin bambusoideae terhampar di lahan seluas 80 hektar yang langsung berbatasan dengan waduk Manggar Km 15.
Ketua Ekowisata Bambu Wanadesa Murdianto menuturkan, terbentuknya Ekowisata Kampung Bambu Wanadesa tidak lepas dari awal pandemi Covid-19 menyerang, imbasnya banyak warga setempat yang bekerja sebagai karyawan perusahaan di Putus Hubungan Kerja (PHK) atau melaksanakan Work From Home (WFH).
"Terbentuknya awal pandemi Maret 2020 di mana saat itu para warga yang bekerja sebagai karyawan perusahaan ada yang di PHK terus ada yang WHF. Kemudian kami menginisiasi kelompok tani dan terbentuk Kelompok Kuat Solideritas Warga Pati dari situ kita punya keinginan untuk ngembangkan lahan ini,"ungkap nya.
Lokasi tersebut merupakan lahan hutan yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (UPTD KPHL) Balikpapan. Wargapun sepakat meminta izin untuk mengelola. "Kami akan membenahi namun kami meminta izin dulu ke UPTD KPHL Balikpapan dan dijinkan menggarap ini,"ucapnya.
Bambu tersebut sebelumnya sudah ditanam oleh pihak Pengendalian Pembangunan Eco Region (P3E) Balikpapan sejak 2014 lalu. "Bambunya yang menanam Dinas P3E Balikpapan dsri 2014. Dari awal pandemi hingga saat ini kami kelola, jadi intinya pandemi membawa berkah,"ujarnya.
Murdianto bersama anggota kelompok tak menyangka animo masyarakat rupanya sangat tinggi dibanding sebelum dibenahi. "Kami tak nyangka seramai ini yang dulunya hanya belasan orang yang datang sekarang ratusan orang yang datang ke sini terlebih jika hari libur," tuturnya.
Banyak spot menarik yang disediakan dilokasi seperti gazebo, photobooth, serta perahu yang membawa pengunjung menikmati keindahan dengan berkeliling di Waduk Manggar Km 15. "Setelah dibenahi dan ada sensasi baru kita merambah ke spot untuk gazebo, spot poto dapat bantuan pihak ketiga perahu untuk photobot," sebutnya.
Untuk menikmati keindahan alam tersebut pengunjung tidak harus merogoh kocek dalam. Pengunjung mengeluarkan uang parkir Rp 2 ribu untuk roda dua dan Rp10ribu untuk roda empat. Untuk masuk ke kawasan Hutan Bambu hanya membayar seikhlasnya dengan memasukkan uang yang disediakan di dalam kotak kayu.
Keberhasilan pengelolaan Ekowisata tersebut diakui Murdianto berkat kekompakan para anggota yang solid dan bekerja ikhlas. "Disini yang sangat membuat terkesan anggota kelompok betul betul solid hingga terbentuk ekowisata ini yang dulu hutan belantara sekarang menjadi indah dan dapat dinikmati masyarakat banyak dan yang jelas kami bisa mengangkat nama Kampung Pati ternyata ada wisata yang bagus di pedalaman perkampungan," tutup Murdianto..
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur
Jumat, 01/10/2021
Destinasi wisata baru di Balikpapan Kampung Bambu Wanadesa juga dapat menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga (Foto: Yudi Hadi/korankaltim.com)
TERPOPULER