Seperti di Pulau Kakaban, Berau terdapat Laguna
atau dapat diartikan sekumpulan air asin dengan kedalaman relatif
dangkal yang terpisah dari laut oleh penghalang yang dapat berupa pasir,
terumbu karang, pulau, semenanjung, dan lainnya, tempat itu memiliki
nama Laguna Kehe Daing Kakaban.
Pengelola Kehe Daing, Osdek
mengungkapkan laguna tersebut sudah difungsikan sebagai objek wisata
sejak 2012 lalu. Ia mengaku menemukan laguna tersebut sejak peninggalan
orang tua nya dari 1969.
“Saya tau sejarah tempat ini karena
peninggalan langsung orang tua saya, ditemukan dulu awalnya saat mau
berkebun,” ungkap Osdek.
Dia mengungkapkan, tarif masuk untuk
bisa berkunjung ke laguna tersebut relatif murah, hanya dengan
mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu pengunjung dapat menikmati danau air
payau tersebut.
“Sudah cukup banyak masyarakat yang berkunjung, mereka bermain ada yang keliling pakai perahu dayung dan lain-lain,” sebutnya.
Meskipun
memiliki objek wisata yang sangat indah, sayangnya Kehe Daing Kakaban
belum dilengkapi dengan dermaga yang memadai sebagai fasilitas
pendukung.
Akibatnya, ketika ombak cukup besar, wisatawan yang
berkunjung sering kali kesulitan untuk turun dari perahu cepat yang
mereka gunakan untuk menyeberang ke pulau tersebut.
“Kita di sini
sangat membutuhkan dermaga karena akan sedikit kesulitan untuk mengakses
ke sini kalo hanya sekedar tangga yang bergelantung di karang,”
tuturnya.
Maka dari itu, ia mengharapkan adanya uluran bantuan
dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat membangunkan
dermaga sebagai penunjang menuju objek wisata tersebut.
Keindahan
Laguna di Kehe Daing juga diakui oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim,
Akmal Malik. Setelah acara Maratua Run 2025 yang dihelat di Pulau
Maratua, Sabtu (15/2) lalu, ia menyempatkan diri untuk bermain paddle
board di laguna tersebut.
Paddle Board salah satu olahraga air
yang mengandalkan keseimbangan itu dapat dimainkan di sebuah laut atau
danau yang tenang. Kehe Daing jadi salah satu tempat yang representatif
untuk bermain Paddling.
“Saya sering main ini di beberapa tempat,
ada salah satu tempat di Thailand, tapi menurut saya kurang bagus di
sana, baru kali ini saya menemukan yang bagus, memiliki luasan yang
cukup dan pemandangan yang indah,” kata Akmal Malik.
Disinggung
mengenai sarana penunjang yang kurang, Akmal menegaskan peran pemerintah
harus hadir dalam untuk menjawab keluhan masyarakat yang ada, apalagi
hal itu diyakini dapat menjamin kemajuan daerah melalui sektor
pariwisata.
“Pemerintah harus intervensi, apa susahnya untuk
membuat dermaga, libatkan masyarakat dan pengelola saya berharap Pemkab
dapat membuatkan dermaga supaya wisatawan nyaman untuk berkunjung,”
tegasnya.
Guna mengangkat ketenaran dari objek wisata tersebut,
Akmal Malik mengusulkan agar objek wisata ini dapat menjadi tempat untuk
sebuah event yang mampu mengundang banyak wisatawan.
“Bisa seperti dibuatkan event lomba paddling, karena selain tempatnya yang cocok, alamnya sangat eksotis,” tutupnya.
Editor: Erwin