Rabu, 25/03/2026
Rabu, 25/03/2026
Pengunjung saat mandi dan mencoba wahana Banana Boat di Pantai Pantita Lopi, Kecamatan Muara Badak. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Rabu, 25/03/2026

Pengunjung saat mandi dan mencoba wahana Banana Boat di Pantai Pantita Lopi, Kecamatan Muara Badak. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kunjungan wisatawan ke objek wisata Pantai Panrita Lopi, Kecamatan Muara Badak, meningkat sejak memasuki libur Lebaran 2026. Jumlah pengunjung bahkan mencapai sekitar 1.500 orang per hari.
Pengelola Pantai Panrita Lopi, Daeng Lompo, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut didominasi wisatawan dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim).
Pantai Panrita Lopi menjadi salah satu destinasi wisata yang direkomendasikan untuk masyarakat, baik bersama keluarga, kerabat, maupun pasangan.
“Tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Panrita Lopi, ingin menikmati suasana yang nyaman pada sore dan pagi hari,” kata Daeng Lompo, Rabu (25/3/2026).
Terkait keamanan pantai tergolong ketat. Pengelola melibatkan Polairud, TNI (AL, Koramil), dan Bhabinkamtibmas/Babinsa untuk mengawasi area pantai dan penyeberangan. Pengunjung diimbau waspada barang bawaan dan mengawasi anak-anak.
Pengelola memberlakukan pos pemeriksaan ketat. Patroli aktif dilakukan hingga ke area penyeberangan kapal motor. Para pengunjung juga diminta berhati-hati terhadap ombak besar, terutama saat beraktivitas di area karang.
Pantai ini menyuguhkan spot pemandangan yang indah dikelilingi oleh pohon cemara dan lingkungannya bersih, yang membuat pengunjung lebih rileks.
Selain spot pemandangan yang nyaman dan cocok untuk diabadikan, Pantai ini memiliki sejumlah wahana permainan, untuk menghibur wisatawan diantaranya Banana Boot, lapangan voli, tenda camping, hammock, serta dilengkapi fasilitas umum seperti toilet, mushola, gazebo dan lainnya.
“Hiburan yang diminati pengunjung ialah, banana boot hingga tenda camping untuk bersantai pada malam hari, sembari menyalakan api unggun,” sebutnya.
Ia mengaku, tingkat kunjungan wisata tahun ini (2026) berbeda dengan tahun sebelumnya pada 2025 lalu, yang mencapai sekitar 3.000 lebih pengunjung.
Hal ini diduga karena dipengaruhi dibukanya area Ibu Kota Nusantara (IKN) secara gratis, sehingga sejumlah wisatawan berkunjung ke IKN.
Dirinya berharap, peran pemerintah daerah bisa lebih maksimal lagi, khususnya dalam memajukan sektor pariwisata.
“Saya apresiasi kepada pemerintah daerah, yang telah mendukung sektor pariwisata di Kukar termasuk akses menuju Panrita Lopi, dengan membangun Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta, menjelaskan kini masyarakat diberi ruang lebih besar untuk membentuk Pokdarwis tanpa harus menunggu inisiasi dari pemerintah.
Pendekatan ini diyakini mampu membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab dalam pengelolaan potensi wisata desa.
“Dulu dinas yang menginisiasi pembentukan Pokdarwis, tapi sekarang kami serahkan kepada masyarakat agar ada komitmen dari awal. Kami hadir sebagai pendamping dan fasilitator,” jelasnya.
Dispar Kukar juga memberikan perhatian khusus pada penguatan Pokdarwis yang telah eksis. Pihaknya menerima bila ada usulan dari desa, pemerintah siap mendukung penuh.
Editor: Erwin
Rabu, 25/03/2026
Pengunjung saat mandi dan mencoba wahana Banana Boat di Pantai Pantita Lopi, Kecamatan Muara Badak. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
TERPOPULER