Satu-satunya gol Indonesia U-19 dicetak Jens Raven menit ke-18 usai mendapatkan umpan dari Kafiatur dari tendangan sudut yang sebelumnya juga mengenai kepala dari Kadek Arel.
Kemenangan dan perjalanan tim besutan Indra Sjafri itu pada turnamen ini cukup baik. Menyapu bersih kemenangan di fase grup, menang melawan Filipina 6-0, 2-0 saat jumpa Kamboja, dan 6-2 di laga terakhir grup A melawan Timor Leste. Di semifinal, Indonesia juga mencetak skor identik saat bertemu Malaysia.
“Pertama, saya mengucapkan puji dan syukur kepada Allah, karena tahun kemarin ada medali emas SEA Games 2023, tahun ini 2024, ada Piala AFF U-19. Dan tentu untuk saya, itu menjadi motivasi agar berbuat yang lebih baik lagi,” buka Indra pada sesi jumpa pers usai laga melansir dari pssi.org Selasa (30/7/2024) pagi ini.
“Yang kedua tentu ini trofi dan medali untuk para pemain yang berusaha, bekerja keras karena tim ini dipersiapkan lebih kurang tujuh bulan, dari mulai Januari. Tentu juara AFF ini menjadi modal baik kita untuk bisa lebih percaya diri lagi agar lolos ke Piala Asia. Kami sangat yakin,” tambahnya.
Dengan koleksi empat gelar di lemari pialanya, Indra mengatakan sejauh ini ia hanya memberikan usaha terbaik saat ditugaskan PSSI. “Sebagai anak bangsa yang baik sebagai warga negara Indonesia yang baik. Apapun yang ditugaskan negara lewat PSSI ke saya saya akan kerjakan dengan baik, apapun,” ucapnya.
Sementara Jens Raven merasa sangat luar biasa karena bisa mencetak gol di final. “Saya bisa menang di hadapan para fans,” ujar Raven. “Bisa tampil di turnamen ini dengan baik, lalu menjadi juara, sungguh momen yang sangat emosional bagi saya. Ini adalah turnamen resmi pertama saya bersama Indonesia,” imbuhnya.
Selain menjadi juara, Indonesia U-19 meraih gelar Kiper Terbaik sepanjang kejuaraan ini berlangsung, yang diraih oleh Ikram Algiffari sementara Pemain Terbaik yang disabet oleh Dony Tri Pamungkas, bek sekaligus kapten tim.
Terpisah, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan sikap optimistisnya akan keberadaan pelapis timnas yang kuat di masa depan.
"Alhamdulillah, setelah terakhir juara tahun 2013 timnas muda yang terdiri dari pemain pelapis, tak hanya punya skill bagus, tapi juga memiliki mental juara. Luar biasa. Dan saya senang kemarin U-16 kita di ASEAN juga mestinya bisa. Paling tidak U-16 bisa final cuma belum, sekarang U-19-nya juara," ujar Erick.
Editor: Aspian Nur