Siaran langsung pertandingan ke beberapa negara membuat sepakbola Indonesia mendunia, terlebih ditangani mantan pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong yang pernah mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018,
Gol yang tercipta ke gawang tuan rumah yang dikawal Ernando Ary Sutaryadi sejatinya bukan dari skema yang sudah disusun rapi.
Sebuah tendangan keras jarak jauh dari Leandro Paredes menit 38 dan gol sundulan 10 menit laga berjalan babak kedua dari Cristian Romero membuat Argentina mendapatkan hasil yang sama seperti laga uji coba sebelumnya menghadapi Australia pekan lalu di Beijing.
Argentina, tim dari Amerika Selatan itu mendominasi pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh ketegangan terutama saat skuat Garuda melakukan operan, lemparan dan serangan ke daerah pertahanan Argentina.
Tim tamu memiliki peluang terbaik di awal laga, dengan Nahuel Molina dan Nicolas Gonzalez yang digagalkan dan Facundo Buonanotte menyia-nyiakan peluang setelah melewati kiper lawan yang bergerak maju.
Tidak ada kekecewaan di Indonesia atas absennya Lionel Messi meskipun ia turut berperan dalam kemenangan 2-0 Argentina atas Australia di Beijing saat ia mencetak gol dalam 79 detik, gol tercepatnya di level internasional.
Mengenakan seragam merah dan mengibarkan bendera nasional, para penggemar di Stadion Gelora Bung Karno masih meneriakkan "Messi" saat tim masuk lapangan.
Indonesia bertahan dengan jumlah pemain yang lebih banyak untuk membendung serangan dan menciptakan beberapa peluang di babak kedua, menguji kiper Emiliano Martinez dengan serangkaian lemparan jauh ke dalam kotak penalty yang dilakukan Pratama Arhan.
"Saya cukup puas dengan penampilan tim saya, termasuk Garnacho," ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni. "Saya berharap para pemain muda dapat terus berkembang," imbuhnya
Pertandingan tersebut merupakan satu-satunya titik terang dalam delapan bulan yang panas bagi sepak bola di Indonesia, di mana 135 penggemar tewas dalam salah satu kerusuhan di stadion Kanjuruhan saat Liga 1 bergulir dan jadi momen terburuk sepakbola Tanah Air.
Negara dengan mayoritas penduduk Muslim ini dicabut haknya untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 pada bulan Maret lalu karena penolakan dalam negeri terhadap partisipasi Israel dan digantikan sebagai tuan rumah oleh Argentina.
Shin Tae-yong mengatakan pertandingan ini merupakan sebuah dorongan kepercayaan diri menjelang Piala Asia tahun depan, sementara presiden Indonesia, Joko Widodo, mengakui khawatir bahwa timnya akan dikalahkan. Jokowi menggambarkan penampilan mereka di babak kedua sebagai "luar biasa".
"Argentina berada di peringkat pertama dan kami di peringkat 149, tetapi kami hanya kebobolan dua gol," katanya. "Ini adalah pengalaman besar bagi kami," ujar Jokowi usai laga.
Kekalahan tetap membuat Indonesia bangga, karena dibandingkan tahun 1979, hasil 0-2 lebih baik. 44 tahun lalu di Stadion Senayan Jakarta, Indonesia kalah telak 0-5 dari Tim Tango yang kalah itu diperkuat mendiang Diego Armando Maradona.
Di laga malam tadi, nama bek kiri Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar yang paling jadi sorotan, karena berhasil menggalang pertahanan Indonesia dengan baik. Pemain Manchester United Alejandro Garnacho yang masuk Dibaba kedua bahkan tak mampu berbuat banyak karena mendapat kawalan Asnawi yang saat ini bermain di klub K League 2, Jeonnam Dragons.
Menariknya, Garnacho diketahui langsung mem-follow media sosial Instagram Asnawi usai pertandingan malam tadi
Selain itu ada pula ketangguhan Jordi Amat mengawal pergerakan striker Manchester City Julian Alvarez serta lemparan ke dalam Pratama Arhan yang membuat pemain Argentina berjibaku terutama saat dilakukan ke arah gawang Emi Martinez.
Editor: Aspian Nur