Secara head to head Indonesia dan Vietnam sudah bertemu sebanyak 25 kali di berbagai ajang. Indonesia kini unggul tipis atas Vietnam dengan delapan kemenangan atas Golden Star Warriors. Sementara Vietnam mencatatkan tujuh kemenangan atas Merah Putih.
Penyerang timnas Indonesia Marselino Ferdinan percaya diri mereka bisa mengalahkan Vietnam di pertemuan pertama nanti meski ia mengakui skuad Golden Star bukan lawan mudah untuk ditaklukkan. "Pertemuan pertama saya dengan Vietnam saat SEA Games. Saat itu mereka main di kandang dan susah," kata Marselino dalam konferensi pers jelang laga dilansir dari Goal.com.
Namun Marselino menyatakan laga di SEA Games sangat berbeda dengan Piala AFF 2022. Maka dari itu, ia begitu yakin timnas Indonesia bisa memetik kemenangan pada pertandingan besok.
Apalagi, timnas Indonesia bermain di kandang dalam duel tersebut. Kehadiran suporter pasti menambah motivasi pasukan Shin Tae-yong buat mengalahkan Vietnam.
"Kekuatan tim senior mereka [Vietnam] juga cukup baik, jadi kami tidak bisa menggampangkan itu. Kami fokus ke tim sendiri dan akan bekerja keras mengambil tiga poin di kandang," ucap pilar Persebaya Surabaya tersebut.
Sementara pelatih Shin Tae-yong sudah membenahi kelemahan utama timnya, penyelesain akhir. "Kami sudah berlatih dua hari [sejak melawan Filipina], termasuk penyelesaian akhir," tegas Tae-yong.
Diakui pria Korea Selatan itu, sejak pertandingan awal di penyisihan grup penyelesaian akhir timnas Indonesia sangat kurang. Terbukti ada sejumlah peluang yang harusnya terjadi gol tapi tidak terjadi.
Berulang kali Tae-yong mengingatkan para pemain timnas Indonesia untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang didapat untuk membobol gawang lawan. Ia melakukannya agar kesalahan serupa tak kembali terulang.
"Dari segi performa, sebenarnya kami dalam kondisi bagus, semoga penyelesaian akhir pun demikian," harapnya.
Situasi timnas Indonesia sudah berbeda. Oleh karena itu, ia mengaku siap untuk meladeni permainan terbuka yang diterapkan Vietnam. “Kami bermain baik dan percaya diri,” ujarnya.
Shin Tae-yong mengomentari gawang Vietnam yang belum kebobolan di Piala AFF 2022. Menurutnya, lawan yang dihadapi pasukan Park Hang-seo selama penyisihan grup tidak setara. "Menurut saya itu [tidak kebobolan] karena lawan Vietnam lemah. Jadi mereka tidak bisa mencetak gol. Jadi memang tergantung situasi, berbeda-beda pandangannya. Saya lihat Vietnam bagus dalam pertahanan tapi tergantung situasi," pungkasnya.
Sementara pelatih Vietnam Park Hang-seo diketahui marah-marah saat jumpa pers kemarin. Dalam agenda tersebut Hang-seo ditemani pemain Vietnam Pham Tuan Hai.
Saat memberikan keterangan tentang kesiapan anak asuhnya menghadapi timnas Indonesia, Hang-seo sempat menunjuk-nunjuk ke arah kanan kursi awak media dengan menggunakan bahasa Korea Selatan. Ia tampak kesal kehadiran beberapa jurnalis asal Negeri Gingseng.
Sayang tidak diketahui apa yang dibicarakan Hang-seo karena tidak diterjemahkan. Lalu media officer yang bertugas menjelaskan situasi yang terjadi sehingga jumpa pers dilanjutkan.
Ketika sesi tanya berlanjut seorang wartawan Vietnam memberikan pertanyaan kepada Hang-seo. Pria berusia 65 tahun tersebut lantas menjawab secara singkat dan meninggalkan ruangan bersama Tuan Hai karena tak ada lagi yang bertanya.
Ternyata, usai ditelusuri yang bikin Hang-seo kesal karena ada empat orang dari negaranya yang diketahui berprofesi sebagai wartawan. Ia tak senang lantaran mereka memakai jersey timnas Indonesia berwarna hitam dan abu-abu.
"Mereka saling kenal [Hang-seo dan wartawan Korea]. Hari ini mereka memakai jersey timnas Indonesia dan mengira mereka adalah mata-mata. Hang-seo tak senang," kata penerjemah media Korea asal Indonesia, Diana Petriana.
"Selain itu, Hang-seo juga tak senang dengan jadwal pertandingan berlangsung sore bukan malam hari. Dia mengatakan, 'bagaimana Indonesia mau menjadi tuan rumah internasional kalau untuk keamanan saja tidak bisa menjamin'," Diana menambahkan.
Editor: Aspian Nur