Laga final kali ini mendapat sambutan antusias penonton baik suporter Tenggarong maupun Muara Kaman. Panitia berupayaenerapkan protokol kesehatan secara ketat guna upaya bersama menanggulangi Covid-19 ini.
Di babak pertama, inisiatif serangan dilakukan kesebelasan Tenggarong, Skuad asuhan Lopenda langsung mengurung tim lawan. Praktis penguasaan bola banyak dikuasai oleh Wahyu Ripandy dan kawan-kawan. Meskipun demikian kesebelasan Muara Kaman berupaya untuk keluar dari tekanan anak-anak Tenggarong.
Anak asuh Coach Yance Katahokang ini berupaya memberikan perlawanan dengan melakukan serangan balik , beberapa kali Akbar dan kawan-kawan membahayakan pertahanan dan hampir saja menjebol gawang tim Tenggarong. Hingga pluit jeda turun minum, skor masih 0-0.
Di awal-awal babak kedua tim Tenggarong kembali berinisiatif menyerang.
Jual beli serangan tetap tersaji dan kedua pelatih menerapkan strategi masing-masing dengan melakukan pergantian pemain guna tetap menjaga intensitas permainan.
Hingga pluit panjang dibunyikan, skor berakhir kacamata. Harusnya dalam aturan pertandingan yang diterapkan sejak babak antar zona, babak enam besar, semi final hingga final, jika kedua tim berakhir imbang sama kuat maka langsung dilanjutkan pada babak tos-tosan adu pinalti.
Namun untuk pertandingan kali ini, pihak panitia penyelenggara patuh dengan protokol kesehatan dan menyepakatinya pertandingan ini berakhir sama kuat.
"Alhamdulillah sukses dan lancar gelaran Seleksi pemain ini, namun memang membludaknya para penonton ini tidak bisa kami bendung, padahal pihak panitia sudah memberlakukan protokol ketat dan pintu akses sudah digembok," kata Ketua Askab PSSI Kukar, H Ardinansyah.
Ketua KONI Kukar, Rahman yang menegaskan gelaran Selekda Pemain U-20 ini berlangsung sukses. "Alhamdulillah sukses, kita bisa mendapatkan pemain asli milik Kukar yang berasal dari desa-desa dan kecamatan, terima kasih semua pihak yang turut serta mendukung gelaran ini dan terimakasih kepada para penonton yang memberikan dukungannya," tegas Maman sapaan akrabnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan