Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mendorong penghijauan kembali lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menanam pohon.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mendorong penghijauan kembali lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menanam pohon.
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kondisi lingkungan di wilayah yang terdampak kebakaran.
Seno Aji menyampaikan bahwa upaya pemulihan lahan pasca karhutla menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Ia telah berdiskusi dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim untuk menyiapkan bibit pohon hutan yang akan ditanam di kawasan bekas kebakaran.
Menurutnya, pengembalian fungsi lahan menjadi kawasan hutan perlu menjadi prioritas agar kondisi lingkungan dapat kembali pulih setelah terdampak.
“Kalau saya, kita berpikiran bahwa pengembalian, menghutankan kembali itu yang paling penting. Maka perlu berdiskusi dengan Dinas Kehutanan untuk bibit-bibit pohon hutan yang ada, kita tanam kembali di daerah-daerah yang sudah terbakar itu,” ujar Seno Aji, Selasa (27/10/2026).
Selain mendorong pemulihan lingkungan, Pemprov Kaltim ungkap Seno menaruh perhatian terhadap kebakaran yang melanda lahan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Bahkan dia menuturkan, berdasarkan hasil rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, tercatat sekitar 439 hektare lahan sawit di PPU terdampak kebakaran.
Besarnya luasan lahan yang terbakar tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, Pemprov Kaltim kata dia telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kita harus melaporkan ini ke Polda untuk segera diselidiki, apakah ini memang benar-benar kebakaran murni atau dibakar oleh pihak perusahaan. Ini tadi sudah kita laporkan,” ucapnya.
Seno menegaskan, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui penyebab kebakaran secara jelas. Dengan demikian, dapat dipastikan apakah kebakaran terjadi secara tidak disengaja atau terdapat unsur kesengajaan yang melibatkan pihak tertentu.
Sementara itu, untuk lahan milik masyarakat yang terdampak karhutla, Seno Aji menyarankan agar pemulihannya diarahkan pada penghijauan kembali dengan menanam pohon-pohon hutan.
“Upaya ini penting dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan yang terbakar sekaligus mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kondisi lingkungan di wilayah yang terdampak kebakaran.
Seno Aji menyampaikan bahwa upaya pemulihan lahan pasca karhutla menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Ia telah berdiskusi dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim untuk menyiapkan bibit pohon hutan yang akan ditanam di kawasan bekas kebakaran.
Menurutnya, pengembalian fungsi lahan menjadi kawasan hutan perlu menjadi prioritas agar kondisi lingkungan dapat kembali pulih setelah terdampak.
“Kalau saya, kita berpikiran bahwa pengembalian, menghutankan kembali itu yang paling penting. Maka perlu berdiskusi dengan Dinas Kehutanan untuk bibit-bibit pohon hutan yang ada, kita tanam kembali di daerah-daerah yang sudah terbakar itu,” ujar Seno Aji, Selasa (27/10/2026).

Selain mendorong pemulihan lingkungan, Pemprov Kaltim ungkap Seno menaruh perhatian terhadap kebakaran yang melanda lahan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Bahkan dia menuturkan, berdasarkan hasil rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, tercatat sekitar 439 hektare lahan sawit di PPU terdampak kebakaran.
Besarnya luasan lahan yang terbakar tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, Pemprov Kaltim kata dia telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kita harus melaporkan ini ke Polda untuk segera diselidiki, apakah ini memang benar-benar kebakaran murni atau dibakar oleh pihak perusahaan. Ini tadi sudah kita laporkan,” ucapnya.
Seno menegaskan, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui penyebab kebakaran secara jelas. Dengan demikian, dapat dipastikan apakah kebakaran terjadi secara tidak disengaja atau terdapat unsur kesengajaan yang melibatkan pihak tertentu.

Sementara itu, untuk lahan milik masyarakat yang terdampak karhutla, Seno Aji menyarankan agar pemulihannya diarahkan pada penghijauan kembali dengan menanam pohon-pohon hutan.
“Upaya ini penting dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan yang terbakar sekaligus mendorong pemulihan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin









430 kali dibaca



221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT
28 Okt 2026, 08:11:54 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG
