Ekspansi perkebunan kelapa sawit serta aktivitas pertambangan disebut sebagai faktor dominan yang mendorong berkurangnya tutupan hutan, sekaligus memicu berbagai persoalan lingkungan dan risiko bencana.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa provinsi ini berada di posisi teratas sebagai provinsi dengan angka deforestasi tertinggi secara nasional.
Berdasarkan data yang dihimpun, luas kawasan hutan yang telah terbuka mencapai sekitar 44.000 hektare. “Data menunjukkan kurang lebih 44 ribu hektare kawasan hutan di Kalimantan Timur telah mengalami deforestasi,” ujar Andi Satya pada Kamis (18/12/2025).
Karakter deforestasi di Kaltim mengalami pergeseran dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kalau dulu pembalakan liar menjadi penyebab utama, kini alih fungsi lahan dalam skala besar justru lebih dominan. Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan kegiatan pertambangan menjadi dua sektor yang paling berkontribusi terhadap hilangnya kawasan hutan. “Saat ini, penyebab utama deforestasi di Kaltim berasal dari ekspansi sawit dan tambang,” tegasnya.
Politisi Golkar itu juga menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam mengendalikan persoalan tersebut. Sebagian besar kebijakan strategis di sektor perkebunan dan pertambangan berada di bawah otoritas pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut adanya sinergi dan evaluasi kebijakan lintas tingkat pemerintahan.
Andi Satya mendorong agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan, termasuk melalui program reforestasi yang berkelanjutan serta koordinasi antardaerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi bencana ekologis di masa mendatang.
Editor: Aspian Nur