Peristiwa ini menghanguskan tiga kios dan satu rumah warga, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.
Salah satu Saksi, Hariyono mengatakan ia mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan anak-anak di sekitar lokasi. Saat itu api masih berada di sisi bangunan dan belum merembet.
Hariyono sempat berusaha memadamkan api menggunakan air keran, namun kobaran cepat membesar dan tak dapat dikendalikan.
“Saya masuk sini karena apinya belum merembes ke sini. Masih di sebelah. Jadi pakai air keran saja disembur, cuma ya bagaimana, tidak mampu,” kata Hariyono.
Ia mengungkapkan sempat terdengar ledakan setelah api membesar. Di tengah upaya penyelamatan diri dan barang, ia hanya bisa mengamankan sebagian benda yang mudah dibawa.
“Ledakan itu, api sudah jadi. Baru tabungkan, baru meledak,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Ahmad Supriyanto, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 05.24 Wita. Petugas dari dua posko segera dikerahkan bersama relawan untuk melakukan pemadaman.
“Alhamdulillah berkat kesigapan rekan-rekan, kebakaran ini cepat dapat kita tanggulangi,” ujar Ahmad.
Ia menyebut tiga kios dan satu rumah terbakar, namun penyebaran api dapat dicegah sebelum mencapai permukiman warga.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik, namun kepastiannya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Erwin