"Tinggi muka air rata-rata mencapai 20–50 cm, meski berangsur surut pada siang hari," ujar Operator Pusdalops Kota Samarinda Dicky Angrah Permana kepada Korankaltim.com hari ini.
Banjir juga merendam fasilitas umum, diantaranya SD Negeri 019 Sungai Siring dan menyebabkan gangguan lalu lintas di sejumlah titik. Beruntung tidak ada laporan tanah longsor.
Selain itu, hujan deras juga menimbulkan beberapa kejadian terkait cuaca ekstrem, seperti tumbangnya pohon di Jalan Harapan Jaya RT 27, Guntung Lai, Tanah Merah. "Ada juga pagar pembatas ruko roboh di Jalan Bung Tomo depan Masjid Al Syabirin," jelas Dicky.
BPBD Samarinda mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari Pusdalops terkait kondisi terkini.
45 Titik Banjir di Samarinda :
1. Jalan Juanda
2. Jalan Antasari
3. Jalan Tengkawang
4. Jalan Rapak Indah
5. Jalan Suryanata
6. Jalan Suryanata Kampung Pinang
7. Jalan Lempake Gunung Kapur
8. Jalan Kadrie Oening
9. Jalan H.M. Ardan (SMP/SMA 1)
10. Jalan Pasundan
11. Jalan Padat Karya Sempaja
12. Jalan Damanhuri
13. Jalan Sukorejo Lempake
14. Jalan KSTubun
15. Jalan Mugi Rejo
16. Jalan Gerilya
17. Jalan Mujahidin
18. Jalan Cipto Magun Kusumo
19. Jalan Apt. Pranoto
20. Jalan H.M. Rifaldin
21. Jalan H. Nusirwan Ismail
22. Wilayah Lempake Tepian
23. Wilayah Sungai Siring RT 01 & RT 08
24. Wilayah Tanah Merah RT 15, 24, 26
25. Wilayah Loa Janan Ilir (Tani Aman dan sekitarnya)
26. Kampung Baru, Kecamatan Palaran
27. Gang Rukun, Kelurahan Rapak Dalam
28. Simpang Sidomakmur (Palaran)
29. Gang Tani
30. Jalan Ahmad Yani (Samarinda Seberang)
31. Jalan Surabaya (Simpang Pasir)
32. Jalan Poros Sambutan Pelita 7 & Pelita 8
33. Jalan Delima (Kecamatan Palaran)
34. Jalan Ampera Kampung Baru (Kecamatan Palaran)
35. Jalan Nahkoda Bukuan
36. Jalan Parikesit
37. Jalan Kenangan 2A, Sentosa
38. Jalan Melanti (Rawa Makmur)
39. Jalan Adi Sucipto (Rawa Makmur)
40. Jalan Mulawarman (Rawa Makmur)
41. Jalan Jayakarta (Rawa Makmur)
42. Jalan Hoscokro (Rawa Makmur)
43. Jalan Sawahan (Bukuan)
44. Jalan Kopi (Bukuan)
45. Jalan Diponegoro (Bukuan).
Editor: Aspian Nur