Penemuan bermula ketika seorang warga bernama Gunara baru pulang dari ibadah di Loa Janan. Saat melintas di depan warung pria tersebut, Gunara yang juga tetangganya melihat lampu depan dan belakang rumah dalam keadaan mati.
"Saya dan istri coba panggil-panggil, tapi tidak ada jawaban. Pintu tertutup, tapi jendela terbuka,” ujar Gunara.
Selama ini almarhum diketahui memang tinggal seorang diri dalam warung yang sudah lama tidak difungsikan. Gunara sempat mencoba menelepon almarhum, namun panggilannya tidak tersambung. Curiga, istrinya diminta memastikan sepeda motor almarhum dan memang saat dilihat, motor masih terparkir di tempat semula.
“Pintu belakang ternyata terbuka. Saya masuk dan lihat kakinya sudah membiru. Saya langsung panggil warga dan sekuriti,” sebut Gunara lagi.
Warga kemudian bersama pihak keamanan mendatangi lokasi dan memastikan almarhum sudah tidak bernyawa. Gunara menjelaskan pria itu memang tinggal sendiri di warung itu karena rumah aslinya dibawah sedang dikontrakkan.
“Anaknya tinggal di Mugirejo dan sering menengok. Belakangan almarhum jarang keluar rumah, mungkin karena sakit,” tambahnya.
Babinsa Loa Buah Serma Muhammad Djambianto, mengakui adanya kejadian tersebut dan menyebut laporan diterima sekitar pukul 23.00 WITA dari sekuriti bernama Topik Raman. “Kami langsung ke lokasi dan memastikan pria itu sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Jasad almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Ekonomi RT 12, Loa Buah, untuk dimakamkan. Dugaan sementara pria itu meninggal karena sakit yang dideritanya selama beberapa hari terakhir.
Editor: Aspian Nur