Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak pukul 12.30 Wita dan berlangsung hingga sore hari.
Petugas Pusdalops BPBD Kaltim, Muriono, menyebutkan bahwa genangan air terjadi di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman padat.
Beberapa lokasi terdampak di antaranya Jalan Juanda, Jalan Suryanata, Jalan Rapak Indah, Jalan Kadri Oning, Jalan HM Ardan, Jalan Ke. Tubun, serta kawasan Lempake dan Sungai Pinang.
“Untuk data sementara, kami mencatat wilayah-wilayah yang cukup signifikan, atau yang memang punya histori banjir dan genangan,” ujar Muriono.
Ia menjelaskan, hujan deras pertama kali mengguyur kawasan Samarinda Utara, seperti Lempake dan Sungai Pinang, sebelum meluas ke wilayah Samarinda Ulu dan sekitarnya.
Debit air meningkat cepat di sejumlah drainase hingga menyebabkan genangan di beberapa titik dengan ketinggian antara 30 hingga 70 sentimeter.
“Hujan pertama kali dari arah Lempake dan Sungai Pinang, kemudian meluas ke M Yamin dan Simpang Air Putih. Kondisi ini menyebabkan beberapa kawasan tidak mampu menampung limpasan air,” jelasnya.
Muriono menambahkan, peringatan dini potensi hujan intensif di Samarinda sebenarnya sudah dikeluarkan oleh BMKG dan BPBD sejak sepekan sebelumnya.
Informasi tersebut telah disebarkan ke seluruh stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim penghujan.
“Kami sudah sampaikan bahwa potensi hujan intensif akan terjadi pada 22 sampai 24 Oktober. Ini bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan Oktober hingga April mendatang,” katanya.
BPBD Kaltim mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan dan banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran sungai. Pihaknya juga meminta warga segera melapor ke posko terdekat jika menemukan genangan signifikan agar dapat segera ditangani oleh tim reaksi cepat (TRC).
Editor: Erwin