Agung dilaporkan hilang sejak Senin (29/9/2025) sore, usai berpamitan kepada rekannya untuk membeli mi instan di warung sekitar. Hingga kini, upaya pencarian yang dilakukan oleh warga bersama pihak kepolisian belum membuahkan hasil.
Ketua RT 36, Ramli, menyebutkan bahwa Agung sempat berpamitan hendak turun membeli mi. Namun anehnya, bukannya belok kiri menuju warung, ia justru berjalan ke arah kanan yang mengarah ke kawasan hutan.
“Awalnya dia bilang mau beli mi. Biasanya kalau beli mi itu ke bawah, ke kiri. Tapi dia malah belok ke kanan, padahal ke situ hutan. Temannya sempat negur, tapi tidak diherani (tidak digubris). Setelah kira-kira seperempat jam, dia belum juga balik. Kami mulai khawatir, dan akhirnya menemukan sandalnya di sekitar sini,” tutur Ramli saat ditemui di lokasi, Selasa (30/9/2025).
Warga kemudian melakukan pencarian sejak menjelang magrib hingga malam hari, namun hasilnya nihil.
“Sampai malam kami cari, bahkan kami share ke grup-grup warga untuk minta bantuan. Hari ini pun, anggota lengkap turun mencari, tapi belum ketemu,” tambahnya.
Ramli juga menyebutkan Agung baru beberapa hari berada di Loa Bakung. Ia datang untuk menginap sementara di rumah keluarga, menunggu kedatangan ayahnya yang rencananya tiba di Tenggarong pada 30 September.
“Dia baru datang Sabtu malam, sempat beli rokok ke bawah juga. Jadi pas Senin itu, dia bilang mau beli mi, tapi malah ke arah hutan,” ucapnya.
Saat ditanya apakah korban sempat mengeluhkan sakit sebelum menghilang, Ramli mengatakan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun, kejadian serupa pernah terjadi di kawasan tersebut beberapa tahun lalu.
“Dulu pernah juga kejadian, tapi yang hilang itu perempuan. Dia hamil muda, siang-siang jalan ke atas gunung, gak ada yang tahu. Sorenya baru dicari, dan waktu ketemu kondisinya lemas. Katanya sempat lihat orang, tapi gak bisa ngomong. Baru bisa bicara setelah di rumah,” kenang Ramli.
Sementara itu, Wakasat Samapta Polresta Samarinda, AKP Ribut, mengatakan pihaknya bersama tim relawan dan FKPM telah turun langsung membantu proses pencarian.
“Kami dari Polresta Samarinda, khususnya Beat 7, menerima laporan dari grup relawan ITS dan langsung mendatangi TKP untuk membantu masyarakat dalam pencarian orang hilang atas nama Agung, usia 21 tahun, di wilayah Loa Bakung,” ujar AKP Ribut.
Menurutnya, medan di lokasi pencarian menjadi salah satu kendala utama karena kondisi hutan di sekitar area tersebut cukup terjal dan jalan yang dilalui licin, sehingga menyulitkan proses penyisiran.
“Kondisi hutan di sekitar lokasi cukup terjal dan jalan licin, jadi proses penyisiran tidak mudah. Meski begitu, kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu. Polisi hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
Dalam pencarian tersebut, sebanyak empat personel dari Polresta Samarinda Beat 7 dikerahkan, ditambah satu anggota dari Polsek Sungai Kunjang, serta relawan dan masyarakat sekitar.
“Kami akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Harapannya tentu korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas AKP Ribut.
Pencarian terus dilanjutkan hingga menjelang sore dengan menyisir radius sekitar 10 kilometer dari lokasi terakhir Agung terlihat. Warga berharap, usaha bersama yang dilakukan dapat segera memberikan hasil dan menemukan keberadaan pemuda tersebut.
Editor: Erwin