Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan hal itu usai melakukan kunjungan kerja ke wilayah selatan Kaltim tiga hari ke sejumlah daerah mulai dari Balikpapan, IKN, Sotek–Bongan hingga Paser.
Dari hasil peninjauan disebutnya masih banyak persoalan infrastruktur yang harus segera dibenahi. “Alhamdulillah, kunjungan ini memberikan gambaran kalau masih banyak hal yang perlu mendapatkan perhatian. Kami butuh dukungan seluruh masyarakat, termasuk DPRD Kaltim agar perbaikan infrastruktur strategis ini bisa segera terwujud,” ujar Rudy Mas'ud kepada Korankaltim.com Senin (22/9/2025).
Akses jalan Bongan–Sotek menjadi prioritas karena dapat memangkas jarak tempuh masyarakat di wilayah barat dan selatan Kaltim. Misalnya perjalanan dari Kubar ke IKN yang biasanya menempuh 500 kilometer bisa dipangkas hingga 80 persen jika melalui jalur tersebut.
“Dari Kubar ke Samarinda saja sudah 350 kilo, ditambah 150 kilo lagi ke IKN. Kalau langsung ke Sotek hanya sekitar 103 kilometer. Artinya, jarak bisa dipotong signifikan,” sebut Rudy.
Selain itu dia menilai kondisi jalan menuju PPU hingga Paser relatif lebih baik dibandingkan dengan jalur utara maupun barat. Sebaliknya, ruas jalan nasional di wilayah barat justru mengalami kerusakan cukup parah. "Kondisi yang sama juga terjadi pada jalur Samarinda, Kukar, Bontang, Kutim, Berau," jelasnya.
Jalur vital ini disebut Rudy cukup memprihatinkan karena banyak titik rusak berat yang menghambat arus transportasi. Karena itu, dirinya menegaskan pentingnya sinergi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar perbaikan bisa segera dilakukan.
“Harapan kami jalan yang hampir putus bisa segera diperbaiki. Ini penting agar distribusi barang, jasa, dan logistik di regional Kalimantan tetap lancar,” tutup Rudy.
Editor: Aspian Nur