Hanya karena ingin mengambil kapal mainan yang macet atau mogok ditengah kolam bekas galian tambang batu bara yang berada di Jalan Merapi, Kelurahan Tanah Merah, Mustofa meregang nyawa.
Peristiwa tragis itu terjadi Jumat (12/9/2025) petang tadi sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu Mustofa bersama tiga temannya bermain speedboat remote control di kolam tersebut namun tiba-tiba kapal mainannya berhenti karena macet di tengah kolam.
Mustofa kemudian berinisiatif berenang ke tengah kolam untuk mengambil speedboat remote control tersebut, namun naas ia diduga kehabisan napas sebelum berhasil meraihnya, hingga akhirnya tenggelam.
“Dia berinisiatif berenang ke tengah kolam untuk mengambil speedboat, sayangnya kehabisan napas dan tenggelam,” kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam kepada Korankaltim.com malam ini.
Peristiwa tenggelamnya Mustofa langsung dilaporkan kepada pihak berwenang. Setelah menerima laporan itu, tim Polsek Sungai Pinang bersama Basarnas Samarinda dibantu warga sekitar langsung melakukan pencarian. Selang dua jam Mustofa berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan dievakuasi ke tepi kolam.
“Dalam proses pencarian, kami mendapat bantuan Basarnas dan warga sekitar yang menggunakan peralatan seadanya berupa pancing. Alhamdulillah, setelah dua jam pencarian korban berhasil ditemukan dan segera dievakuasi,” terang Aksarudin.
Almarhum dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum maupun autopsi, guna memastikan penyebab kematian.
“Sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan autopsi agar diketahui lebih jelas penyebab kematiannya,” ucap Aksarudin.
Aksarudin mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang aktif membantu proses pencarian dengan peralatan seadanya. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat membantu mempercepat evakuasi almarhum.
Editor: Aspian Nur