Polresta Samarinda Beberkan Peran Aktor Intelektual Perakitan Bom Molotov, Dalami Keterlibatan Jaringan Luar Kalimantan
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kasus perakitan bom molotov di Samarinda memasuki babak baru. Setelah sebelumnya mengabulkan penangguhan penahanan terhadap empat mahasiswa yang telah ditetapkan tersangka, kali ini polisi berhasil meringkus dua aktor intelektual di balik perakitan bom tersebut.
Keduanya ditangkap pada Kamis (4/9/2025) sore di sebuah lahan perkebunan di Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Sambutan, Kutai Kartanegara.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa peran kedua tersangka terungkap setelah dilakukan pendalaman penyidikan.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka sempat menggelar pertemuan di sebuah kedai kopi, Jumat (29/8/2025).
“Pertemuan itu melibatkan pelaku berinisial N bersama X dan Y. Dalam pertemuan tersebut, N berperan sebagai inisiator perakitan bom molotov,” ungkap Hendri saat konferensi pers, Jumat (5/9/2025) malam.
Setelah kesepakatan dibuat, N kemudian menghubungi seorang terduga lain berinisial Z yang diduga sebagai penyandang dana.
Dengan menggunakan mobil milik Z, mereka lalu membeli seluruh perlengkapan yang dibutuhkan dua hari setelah pertemuan mereka di kedai kopi tersebut.
“Setelah semuanya sepakat, N menelepon Z untuk memberi tahu inisiasi mereka. Z menyetujui sekaligus menanggung biaya perakitan,” jelas Hendri.
Polisi juga memastikan ada lima orang tambahan yang diduga terlibat, masing-masing berinisial N, L, X, Y, dan Z. Dari hasil pemeriksaan, motif perakitan bom molotov ini adalah untuk digunakan saat aksi unjuk rasa di DPRD Kaltim pada (1/9/2025).
Dalam penggeledahan di rumah salah satu tersangka, polisi menemukan barang bukti baru berupa selebaran, poster, buku catatan, payung aksi, serta sejumlah buku bacaan yang diduga terkait dengan paham internasional. Aparat menduga ada keterkaitan jaringan di luar Kalimantan.
“Dalam hal ini kami masih mendalami karna diduga ada keterkaitan dengan jaringan yang ada di luar Kalimantan". Tegas Hendri Umar
Hingga kini, Polresta Samarinda bersama Polda Kaltim dan Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman guna merangkai keterkaitan kasus ini dengan sejumlah peristiwa lain di beberapa kota di Indonesia. Aparat juga terus memburu tiga terduga pelaku lainnya.
Editor: Erwin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG