Hal ini disampaikan Hanif Faisol Nurofiq, saat berkunjung ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menurutnya, saat ini seluruh elemen harus mencermati kondisi Pesut Mahakam. Terlebih pesut Mahakam tergolong Fresh Water Dolphin, jenis hewan yang tidak terlalu banyak di dunia.
“Apalagi di Indonesia. Kini populasinya menurut catatan hanya sekitar 62 ekor, padahal dulu saat saya datang ke Kaltim masih terlihat sirip dan ekor pesut yang naik ke permukaan Sungai Mahakam, sekitar tepian Kota Samarinda,” ujar Hanif, Kamis (3/6/2025).
Saat ini, kawanan pesut yang tersisa terkonsentrasi hanya ada di kawasan perairan Sungai Pela, yang juga merupakan bagian dari Sungai Mahakam. Maka dari itu Hanif menegaskan, dirinya bersama Gubernur Kaltim dan Bupati Kukar akan menggunakan semua kewenangan yang dimiliki.
“Untuk menjaga dan menyelamatkan populasi hewan pesut ini,” sebutnya.
Hanif juga mengaku selama hampir 25 tahun ada seorang warga negara Belanda yang telah menginisiasi untuk mengawal, memonitor dan menjaga pesut Mahakam.
“Maka dari itu guna menjaga kelangsungan hidup mamalia air ini kita akan menggunakan segala kewenangan untuk langkah-langkah antisipasi,” ucapnya.
Langkah yang dimaksudkan mengatur ekosistem lingkungan sekitar agar tidak rusak, kemudian menjaga aktivitas yang tidak ramah lingkungan, serta melakukan preemptif dan preventif jika ada kegiatan yang mengakibatkan matinya hewan tersebut.
“Kita akan segera melakukan mapping, terkait semua aktivitas di hulu dari Sungai Pela. Jika ternyata ada indikasi sedimentasi yang cukup serius, dan mengakibatkan rusaknya habitat atau terganggunya pesut maka kita akan ambil langkah hukum,” tegasnya.
Selain itu Hanif juga menekankan, akan memerintahkan langkah-langkah spesifik di lokal baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sehingga ini bisa menentukan berapa jumlah populasi peningkatan pesut di tahun berikutnya.
“Kita tidak lagi mendiskusikan rencana aksi yang kita susun untuk kepentingan kita. Tetapi yang dinilai masyarakat nanti, mampukah kita meningkatkan populasi pesut Mahakam di tahun-tahun kedepan,” tuturnya.
Sebab jika populasi pesut di tahun berikutnya tidak bertambah atau malah berkurang, Hanif mengungkapkan berarti pihaknya tidak berhasil dalam penyelamatan pesut Mahakam.
Editor: Erwin