Jumlah itu merupakan 12,94 persen dari total produksi sampah di Kota Tepian yang mencapai 225.152 ton per tahun atau sekitar 615 ton per hari.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan kondisi tersebut saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Kamis (6/6/2025) hari ini. “Jika kondisi ini tidak mendapatkan perhatian yang serius dari kita semua, tentunya akan menambah potensi pencemaran lingkungan,” kata Andi Harun.
Upaya penanganan sebenarnya sudah dilakukan melalui sejumlah kebijakan, diantaranya lewat Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, yang menargetkan sektor ritel disertai sanksi bagi pelanggar.
Langkah lain dilakukan melalui kampanye diet plastik di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Termasuk imbauan penggunaan botol air minum isi ulang, pengurangan air minum kemasan, hingga edukasi pengelolaan limbah di lingkup rumah tangga.
Pemkot Samarinda juga merintis inovasi pengolahan limbah, seperti produksi sapu dari plastik bekas serta kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bangunan atau gas metan. Meskipun demikian, ketersediaan alat daur ulang masih terbatas.
Satu diantara strategi jangka panjang yang tengah disiapkan adalah pembangunan insinerator. Teknologi ini diyakini mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dengan hanya menyisakan abu yang masih bisa dimanfaatkan menjadi blok bangunan. “Menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara,” sebut Andi Harun.
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Samarinda juga menggelar aksi pungut sampah plastik serentak di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diawali dengan apel bersama di Halaman GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa.
Andi Harun berharap momentum ini dapat menjadi titik balik bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap dampak polusi plastik, dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, memilah sampah rumah tangga, serta mengedukasi lingkungan sekitar. "Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Andi Harun.
Editor: Aspian Nur