Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Samarinda, Hendra AH karena sistem pemadam kebakaran pada terbesar di Kota Tepian kurang memadai.
Kejadian kebakaran berasal dari dalam Big Mall tepatnya pada atrium di Lantai II, titik api diduga berasal dari satu gerai pakaian.
Hendra menjelaskan dugaan sementara peristiwa tersebut diakibatkan korsleting listrik.
“Kami mendapatkan informasi kebakaran tepat di pukul 24.00 Wita, kejadian itu terjadi di Big Mall,” ucapnya saat ditemui setelah berhasil melakukan pemadaman di lokasi kebakaran malam tadi.
Kejadian kebakaran itu seketika mengakibatkan kepulan asap tebal memenuhi mall yang sudah beroperasi sejak Oktober 2014, hingga menyebar ke Hotel Fugo yang berada di satu tempat yang sama. Banyak pengunjung mall, hingga hotel pada kejadian masih terjebak di dalamnya.
Tim pemadam hingga relawan berjibaku untuk segera melakukan pemadaman dan evakuasi pengunjung yang sempat terjebak di tengah kepulan asap, berdasarkan data yang berhasil terhimpun oleh Info Taruna Samarinda, sebanyak 7 orang dirujuk ke Rumah Sakit karena mengalami sesak nafas.
Sementara itu berdasarkan pengamatan Disdamkartan Samarinda, saat awal kejadian kebakaran, sprinkler atau sistem pemadam kebakaran otomatis tidak terlihat menyala, padahal api dan asap seharusnya sudah memantik sensor alat tersebut.
“Kami sebelumnya sudah pernah melakukan inspeksi mengenai sprinkler, dan nyatanya saat kejadian kebakaran sprinkler tidak berfungsi,” tegasnya.
Hendra menyebut pentingnya sprinkler dalam setiap tempat fasilitas umum, sistem pemadaman itu akan secara otomatis menyala dan mengeluarkan air di beberapa titik untuk membantu pemadaman sebelum api terlanjur besar.
“Kami sudah pernah menegur sebelumnya, tapi kalau ini (sprinkler) tidak hidup berarti tidak diindahkan,” sebutnya.
Proses pemadaman berlangsung selama 3 jam hingga proses pendinginan, kendala yang dialami pintu untuk menuju titik api terkunci dan akses yang cukup sulit.
Editor Aspian Nur