Sebagai solusi, sistem parkir berlangganan berbasis non tunai menggunakan barcode (kode batang) tengah disiapkan untuk diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah kota.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan, reformasi sektor perparkiran ini dirancang untuk menciptakan layanan yang lebih tertib, transparan dan profesional.
Pemerintah daerah telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Bank Mandiri untuk mematangkan skema yang akan segera diuji coba.
“Model yang akan kita laksanakan terhadap parkir berlangganan semakin mendekati format ideal, memakai sistem barcode, e-money, atau kartu konvensional yang terhubung dengan sistem barcode,” jelas Andi Harun.
Seluruh titik parkir nantinya akan menerapkan sistem non tunai. Para jukir yang masih aktif akan diangkat secara resmi, dengan skema penggajian yang ditargetkan setara Upah Minimum Regional (UMR).
“Ke depannya minimal gaji mereka setara dengan UMR. Posisi jukir tidak lagi melakukan pungutan, tapi mengatur kendaraan dan menerima kartu berlangganan dari warga atau pengguna jalan,” terangnya.
Uji coba awal akan menyasar lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda yang berjumlah sekitar 16 ribu orang. Setelah itu, penerapan sistem akan diperluas hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
Sebagai insentif awal, diskon akan diberikan bagi pengguna pertama kartu parkir berlangganan. Potongan tarif ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan serta mempercepat transisi dari sistem tunai ke digital.
“Insentif itu diberikan agar program ini tersosialisasi di seluruh wilayah Samarinda,” ucapnya.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan, nota kesepahaman (MoU) akan dijalin bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan. Dukungan aparat keamanan dibutuhkan untuk mengantisipasi gangguan dari praktik perparkiran liar.
“Pada tingkat TNI-Polri untuk memback up, membantu pengamanan dan pengawalan program ini berjalan. Yang kita harapkan tidak mendapatkan gangguan dari sisi premanisme,” kata dia.
Meski Bank Mandiri menjadi mitra utama, sistem pembayaran tetap dapat menggunakan e-money dari bank lain. Saat ini, tahapan masih fokus pada penyusunan aspek teknis dan panduan pelaksanaan dari hulu ke hilir.
“Target setelah rapat final, kami siapkan regulasinya, strukturnya, lalu kami sosialisasikan agar budaya parkir di tengah-tengah masyarakat bisa beralih ke sistem berlangganan atau non tunai,” tutupnya.
Editor: Erwin