Provinsi Kaltim dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025, peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat nasional, serta perayaan ulang tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Menurut Sri, ketiga kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya serta potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“EBIFF menjadi acara internasional pertama tahun ini, sementara dua lainnya berskala nasional. Seluruh persiapan kami lakukan dengan matang dan kami yakin Kaltim bisa menjadi tuan rumah yang membanggakan,” ujarnya Sri, Rabu (21/5/2025).
Festival Internasional EBIFF akan berlangsung pada 25–29 Juli di Samarinda, dengan kehadiran delegasi dari Jepang, Korea, Polandia, dan dua negara eropa lainnya.
Agenda festival mencakup parade budaya, lokakarya seni, serta kunjungan khusus ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya.
Sementara itu, peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat nasional akan digelar di Samarinda pada 8 Juli, disusul perayaan HUT ke-45 Dekranasda pada 9 Juli di Balikpapan.
Kedua acara ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari dua ribu peserta dari berbagai provinsi.
“Dalam kedua acara nasional ini, Kaltim akan memamerkan potensi lokal seperti produk UMKM, layanan publik, serta pertunjukan seni budaya,” terangnya.
“Semua pihak kami libatkan, termasuk TNI, Polri, dan instansi lain, untuk mendukung dari sisi infrastruktur, keamanan, hingga layanan kesehatan gratis,” tambahnya.
Dengan mengangkat tema budaya dan pemberdayaan masyarakat, Pemprov Kaltim berharap rangkaian acara ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi daerah serta memperkuat posisi Kaltim sebagai poros budaya dan ekonomi masa depan Indonesia.
Editor: Erwin