Pengecekan langsung tersebut dilakukan guna menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi kendaraan bermotor yang rusak sehabis mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Rudy menyampaikan ada dua titik SPBU yang dilakukan pengecekan. Pertama SPBU di Karang Asam dan kemudian SPBU di kawasan PM Noor.
"Di (SPBU) Karang Asam ada dua tangki kita periksa yang dikeluhkan masyarakat yakni tangki Pertamax dan tangki Pertalite," ujar Rudy.
Dalam prosesnya pengecekan, ia menjelaskan pengambilan sampel Pertamax dilakukan dengan tes pada tangki timbun.
"Tangki timbun kita melaksanakan cek apakah ada terkontaminasi dengan benda-benda yang lainnya ataupun air," ucapnya.
Saat dilakukan pengecekan, ternyata tangki tersebut clear and clean atau bebas dari benda-benda lainnya. "Selain itu pengecekan lainnya kita mengambil sampel," katanya.
Dalam pengecekan, Rudy menyebutkan semua proses mulai dari tangki sampai isi BBM di dalam SPBU masih sesuai standarnya.
"Kalau saat ini yang dikeluhkan masyarakat kita berkaitan dengan banyaknya kendaraan yang rusak, saya belum mendapatkan secara keseluruhan berapa jumlah kendaraan yang mogok," terangnya.
Menurut Rudy, berkaitan dengan kerusakan pada filter kendaraan seharusnya kendaraan itu rutin dilakukan service berkala.
"Itu ganti olinya maupun ganti filternya, sebab filter itu sendiri ada masa pakainya, selain itu bisa juga dikarenakan faktor lainnya seperti banjir karena bercampurnya bahan bakar dengan air sehingga mempengaruhi kesehatan mesin," jelasnya.
Editor: Supiansyah