Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Samarinda Kota AKP Kadiyo menjelaskan mereka akan memanggil pihak dari laboratorium forensic (labfor) untuk mengentahui lebih dalam penyebab kebakaran. Bukan tanpa alasan, pasalnya dalam musibah itu seorang wanita yang diketahui pemilik toko, meninggal dunia karena terbakar.
"Ada korban jiwa dan saat ini kami masih menunggu hasil autopsi, kami juga akan memanggil labfor terkait dengan penyebab kebakaran," singkat Kadiyo saat dikonfirmasi Korankaltim.com siang tadi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Hendra AH secara terpisah menjelaskan, setelah menerima laporan dari pusat komunikasi (puskom) mengenai adanya kebakaran, petugas yang ada di posko terdekat langsung diluncurkan.
“Setelah menerima informasi posko terdekat langsung kami luncurkan, dibantu relawan," sebut Hendra.
Upaya pemadaman langsung dilakukan setibanya di lokasi kebakaran. "Kurang lebih dua jam api baru bisa dikuasai karena banyaknya bahan yang mudah terbakar di toko seperti tiner dan cat minyak, sehingga api dengan cepat membesar," papar Hendra lagi.
Dari informasi di lapangan diketahui api berasal dari lantai satu yang diduga akibat korsleting listrik. "Dugaannya korsleting listrik tetapi untuk pastinya nanti dari pihak berwajib. Akibat musibah itu dua bangunan dilahap api yaitu satu ruko dua pintu serta dua bangunan terdampak," jelasnya.
Diakui Hendra dalam peristiwa itu ada satu korban jiwa yaitu pemilik ruko berjenis kelamin perempuan. "Pemilik toko terkurung di dalam kamar lantai dua," imbuhnya.
Setelah api benar-benar padam tim rescue pun melakukan penyisiran di lantai dua dimana diduga si pemilik ruko berada sampai akhirnya ditemukan dengan kondisi hangus terbakar dan sulit dikenali.
"Saat pencarian asap pasca padam masih mengepul dalam ruangan lantai dua, aroma cat serta tiner membaut petugas sempat sulit bernafas. Tetapi Alhamdulilah korban berhasil ditemukan di sebuah kamar, posisinya diatas kasur, kondisi hangus terbakar," papar Hendra.
Proses evakuasi melibatkan Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda. Jasad wanita pemilik ruko diturunkan dengan menggunakan teknik vertical rescue yakni menggunakan tandu serta tali. "Jasad langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD AWS," pungkas Hendra.
Editor: Aspian Nur