Anggota KKJTJ Priyo Probo mengungkapkan, mereka melakukan pengujian di atas Jembatan Mahakam 1 Samarinda tepat pada bentang 60 meter dan bentang 100 meter. “Setelah data semua terkumpul, nanti kami akan evaluasi bersama,” kata Probo kepada Korankaltim.com usai pengujian.
Diketahui Jembatan Mahakam 1 Samarinda sudah beroperasi sejak 1988, sudah berusia 37 tahun yang mana sejarah jembatan tersebut juga sudah banyak diterpa kejadian penabrakan sebanyak 22 kali.
Probo menegaskan untuk kondisi jembatan sejauh pengamatannya terbilang cukup baik. “Kalau melihat sejarah pemeliharaan jembatan ini kondisinya masih cukup baik,” sebutnya.
Pengujian dinamis beban pada Jembatan dengan panjang 411 meter ini berguna untuk mengetahui ketegaran jembatan tersebut.
“Kami mengukur frekuensi dari jembatan ini, kalau frekuensinya dibandingkan jembatan baru masih kaku, artinya jembatan ini masih tegar,” ucap Probo lagi.
Disinggung mengenai apakah jembatan tersebut masih layak untuk dilintasi atau tidak, Probo mengungkapkan akan menunggu hasil evaluasi.
Terpisah, Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio membeberkan hasil evaluasi terhadap pengukuran jembatan akan mereka serahkan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim Kamis (6/2/2025) lusa.
“Untuk pengujian yang membutuhkan penutupan jembatan selesai pada hari ini, jadi jembatan dapat dilalui kembali setelah imbauan dari perangkat daerah yang bersangkutan, jadi sore ini bisa dibuka kembali,” sebut Hendro.
Editor: Aspian Nur