Pasalnya, dihari itu hingga 14 hari setelahnya, Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) akan melakukan penutupan arus lalu lintas di Jembatan Mahakam I dari arah Samarinda Seberang menuju Samarinda Kota dan menjadikan Jembatan Kembar dua arus.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi akibat insiden kapal pengangkut kayu yang menabrak feeder atau besi penahan pilar dibawah Jembatan Mahakam I pada Minggu (16/2/2025) pekan lalu.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dishub Kaltim Irhamsyah, menjelaskan, sejak tanggal 22 Februari akhir pekan tadi mereka bersama Satlantas Polresta dan Dishub Kota Samarinda telah melakukan survey dan rekayasa lapangan di Jembatan Kembar atau Mahakam IV.
"Kami mengamati alur lalu lintas serta simulasi dengan kendaraan kecil dan besar (di jembatan) dari arah Samarinda Seberang masuk ke Kota Samarinda," ujar Irhamsyah kepada Korankaltim.com Selasa (25/2/2025).
Simulasi dilakukan sebagai upaya untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat yang setiap hari masuk ke Samarinda dari Samarinda Seberang.
Sesuai arahan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, untuk proses investigasi Jembatan Mahakam 1 yang dibangun sejak 1983 silam secara detail membutuhkan waktu dua pekan. "Setelah itu baru dibuka lagi tetapi tergantung dari rekomendasi apa yang akan dikeluarkan," jelas Irhamsyah.
Dishub Kaltim sudah menyiapkan rambu-rambu serta barier pembatas jalan. "Rambu-rambu yang portabel kami siapkan semua dan dipasang di beberapa titik, termasuk juga cone-cone yang dibutuhkan," paparnya.
Sesuai masukan yang disampaikan Balai Pengelola Tranportasi Darat, untuk cone dipasang sebagai pembatas jalan di atas Jembatan Mahakam IV. "Karena keterbatasan material yang ada jadi kami masih menyiapkan serta mendata kebutuhan cone yang akan digunakan nantinya saat proses peralihan arus lalulintas di Jembatan Mahakam IV," tutup Irhamsyah.
Editor: Aspian Nur