Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah berenang dan tenggelam di kolam tersebut sekitar pukul 18.30 WITA atau saat sebagian Kota Samarinda dilanda hujan dan banjir.
Ironis, karena remaja tersebut belakangan diketahui tak bisa berenang dan sedang bermain bersama teman-temannya. Pencarian dilakukan sekitar satu jam sampai akhirnya ditemukan pada pukul 20.11 WITA oleh penyelam dari Badan SAR Nasional (Basarnas).
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi kepada Korankaltim.com malam tadi menjelaskan, mereka menerima laporan adanya remaja tenggelam di dalam kolam di perumahan Villa Tamara tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
"Dari informasi yang kami terima anak itu tidak bisa berenang, dia ke kolam bersama empat teman," ucap Riqi.
"Dia bermain diatas papan yang dilapisi seng dan digunakan sebagai pelampung untuk berenang di atas kolam tetapi tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke air, karena tak bisa berenang dia langsung tenggelam," paparnya.
Teman-temannya yang melihat kejadian itu langsung meminta bantuan dan mendatangi orangtua remaja tersebut yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
"Sempat dicari warga disana tetapi tidak ketemu karena memang kondisi air dalam danau cukup dalam, kurang lebih 4-5 meter dan jarak pandang nol, " sebut Riqi lagi.
Dua penyelam turun untuk melakukan pencarian dengan teknik tersendiri mengingat jarak pandang yang tak bisa terlihat di dalam air.
"Pencarian kurang lebih satu jam dititik terakhir kali dia terlihat terjatuh dan berhasil ditemukan di kedalaman 4-5 meter," papar Riqi.
Upaya pencarian sempat mengalami kendala karena kondisi dasar danau memilik banyak opstcle atau rintangan seperti kayu-kayu dari pohon yang ada di sekitar kolam.
"Tapi Alhamdullilah penyelam kami berhasil menemukan almarhum dan yang pertama didapat bagian lengan atas, langsung ditarik ke permukaan dan dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah duka," tutup Riqi.
Editor: Aspian Nur