Program ini sendiri dibiayai APBN melalui Badan Gizi Nasional dan didistribusikan melalui SPPG Samarinda.
Wakil Ketua SPPG Samarinda, Sirajul Amin menyampaikan biaya makan bergizi untuk pelajar itu sebesar Rp11 ribu, tetapi masih fluktuatif tergantung isi menu yang disajikan.
"Untuk harga ini pastinya sudah mencakup nasi putih, sayuran, lauk ayam, buah dan susu," ujar Sirajul Amin, Senin (27/1/2025).
Selama pelaksanaan program MBG berjalan, SPPG masih belum menemukan kendala karena semuanya telah dilakukan sesuai dengan prosedur.
"Seperti keterlambatan pendistribusian makanan sejauh ini tidak ada, hanya saja yang menjadi kendala kita adalah proses adaptasi, sebab tim pelaksana Program MBG ini kan baru dibentuk dan masih dalam tahap penyesuaian," ucapnya.
Sirajul menerangkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan mengevaluasi program MBG. "Mulai dari kualitas makanan, proses pendistribusian, hingga kandungan d idalamnya yang aman dikonsumsi bagi anak-anak," katanya.
Dalam mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto ini, SPPG Samarinda juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, sehingga kualitas dari makanan yang disalurkan tetap aman.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim, Irhamsyah menyatakan belum ada arahan lebih lanjut terkait program ini.
"Saat ini belum (masih) ada arahan anggaran untuk program MBG, tetapi yang pasti kita masih menunggu petunjuk teknis (juknis) untuk pelaksanaan program tersebut," jelasnya.
Irhamsyah menuturkan, apapun keputusan dari Pemerintah Pusat perihal program ini daerah pasti siap melaksanakannya.
Sebagai informasi, harga per porsi makanan dalam program MBG di Kota Samarinda senilai Rp11 ribu. Dengan jumlah murid di SDN 004 Samarinda Utara yang mencapai 510 siswa, maka per hari anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 5.610.000.
Editor: Erwin