Banyak warga yang merasakan hujan dan angin tak biasa dan menyebut seolah ada badai sekitar setengah jam yang imbasnya sebuah pohon di Jalan Bhayangkara tumbang menimpa kabel listrik hingga mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut karena tumbangnya pohon mengarah ke jalan.
Video pohon tumbang menimpa kabel listrik di jalur utama tersebut ramai beredar di media sosial dan tak lama yang lebih mengejutkan lagi beredarnya sebuah video detik-detik kapal tongkang yang biasa mengangkut batu bara menghantam sebuah kafe di tepi Sungai Mahakam kawasan Samarinda Seberang sekitar pukul 14.00 WITA.
Adalah tongkang tanpa muatan dengan nama lambung Marine Power 3036 yang tali towing-nya diduga putus saat ditarik tug boat atau kapal pemandu dengan nama lambung MHKL menghantam Kafe Tepi Mahakam di Jalan H Jahra Kelurahan Sungai Keledang Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Ditengah hujan deras disertai angin kencang, tongkang mendekati kafe yang dulu bernama Kafe Panorama itu kemudian menghantam bagian tepi yang terbuat dari kayu dan kebetulan saat itu tidak ramai pengunjung. Imbasnya, kerusakan cukup parah dialami kafe.
Andry, seorang warga setempat kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat itu dirinya sedang berada tepat di samping kafe kemudian melihat tongkang yang tali towing-nya putus kemudian tongkang mengarah ke kafe karena terbawa angin kencang saat hujan deras.
"Kapal itu posisi melipat (tongkang dan tug boat berdampingan), karena faktor cuaca yaitu hujan deras serta angin kencang, tali towing putus, haluan kapal ikutin angin, dan angin berhembus ke arah kafe. Untungnya saat itu langsung ada bala bantuan kapal lain yang menahan, kalau tidak bisa habis kafe ini," ujar pria berusia 40 tahun itu saat ditemui di lokasi kejadian sore tadi.
Sebelum kapal tongkang menghantam bangunan kafe yang berada di sisi tepi Sungai Mahakam semua pengunjung dan karyawan langsung berlarian keluar.
"Terpenting menyelamatkan nyawa dulu, Alhamdulillah pengunjung dan karyawan selamat, tidak ada korban jiwa, kapal yang tambat disekitar kafe juga aman," ujar Andry lagi.
Pemilik Kafe bernama Slamet menyebut saat peristiwa terjadi dirinya kebetulan berada di kafe, tepat dimana tongkang menabrak posisi dirinya duduk.
"Saya awalnya duduk di pinggir sambil minum kopi karena hujan tempias saya pindah ke dalam. Gak lama saya pindah, langsung kejadian, itu sempat saya videokan, detik-detik nongkang nabrak," jelas pria 43 tahun itu.
"Jadi, semua pengunjung dan karyawan langsung berlarian keluar, posisi kafe tidak terlalu ramai," imbuhnya.
Disinggung terkait ganti kerugian atas insiden tersebut, ia mengaku dari pihak agen kapal telah datang menemui bersama Polairud Polresta Samarinda.
"Nominal kerugiannya pastinya besar, karena untuk pembuatan bangunan diatas sungai harus menyelam dulu. Jadi, pembuatan bangunannya yang rumit. Kalau diperkirakan bisa miliaran rupiah, belum lagi karyawannya tidak bisa bekerja karena kafe tutup sementara, belum tahu sampai kapan buka lagi, kan perlu perbaikan total," tegas Slamet.
Editor: Aspian Nur