Dalam peninjauan terlebih dahulu mendengarkan penyampaian progres pekerjaan dari pihak kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Karena minimnya udara yang keluar dan masuk didalam terowongan sehingga diberlakukan pembatasan kunjungan yang masuk ke tunnel.
Rombongan yang diperkenankan masuk hanya 15 orang sehingga beberapa pihak lainnya hanya melihat siaran langsung dari bagian luar.
Usai mengunjungi terowongan, Andi Harun mengaku langsung menyaksikan pipa bor yang sudah tembus untuk kedua segmen tersebut.
“Kira-kira Insya Allah akan sesuai dengan estimasi, satu minggu sudah bisa membersihkan semua lapisan tanah yang membatasi keduanya,” katanya.
Andi mengaku cukup puas dengan progres proyek tersebut karena telah mencapai 85 persen dan melampaui target. Kualitas pekerjaan fisiknya pun dianggap sangat memuaskan.
Beberapa hari ini, diakui pihaknya melakukan koordinasi dengan provinsi untuk keberlanjutan di Jalan Otista yang terhubung dengan terowongan segmen Sultan Alimuddin.
“Ada beberapa sektor yang kita bebaskan, dan ini kerja sama dengan provinsi. Kalau tidak salah hari ini warga sudah bersedia,” tuturnya.
Pemkot Samarinda juga akan menyusun jadwal untuk rapat bersama Pemprov Kaltim. Langkah itu dilakukan agar dapat menyusun skema lalu lintas yang lebih aman di Jalan Otista.
Editor: Erwin