Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menyatakan bahwa di Kaltim biasanya memiliki jangka waktu musim kemarau yang pendek dan musim hujan yang cukup panjang.
"Sehingga dengan masa transisi ini pola-pola hujan lokal memiliki potensi ekstrem disertai angin kencang," ujar Kukuh, Senin (4/11/2024).
Dia menjelaskan, angin kencang yang datang ini berasal dari awan atau biasa disebut angin selatan. Kukuh memperkirakan menurut pantauan BMKG 10 Kabupaten Kota sudah masuk di perkirakan hujan dengan kategori menengah di November.
"Sementara untuk di Mahakam Ulu itu diprediksi akan mengalami hujan dengan potensi tinggi, dan ini senantiasa kita pantau terus dengan bekerjasama bersama BPBD agar bisa memberikan informasi peringatan kondisi hujan disana," katanya.
Selain itu daerah lainnya yang memiliki potensi curah hujan deras ialah Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur. "Sementara untuk di Samarinda masih dalam kategori menengah," jelasnya.
Ia imbau agar masyarakat dapat mengetahui kondisi bencana apa yang terjadi di setiap wilayahnya.
"Misal yang biasanya kawasan rawan banjir tentu harus bisa melihat perkiraan kita, atau informasi cuaca dari BMKG, sehingga masyarakat bisa segera mengantisipasi jika terjadi suatu bencana, khususnya banjir," tuturnya.
Editor: Erwin