Mustika salah seorang korban tak kuasa menahan tangis. Kediaman yang ia tempati bersama dengan anaknya selama ini rata jadi arang.
Wanita 45 tahun itu hanya berhasil menyelamatkan surat-surat penting, satu unit motor serta baju di badannya.
Ia mengatakan awalnya asal api tersebut dari rumah Iman, yang jaraknya hanya dua rumah dari kediamannya.
"Asalnya dari rumah Mama Iman, saat kejadian itu mereka ada semua di bawah, apinya itu dari atas lantai dua," katanya.
"Jadi, awalnya itu asap hitam tebal, setelah kaca pecah api langsung membesar, karena angin kencang, dan merembet ke mana-mana," sambungnya.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hery Nurdin mengatakan mengagakan upaya pemadaman dilakukan sekitar satu jam oleh petugas damkar dibantu relawan.
"Dalam upaya penanganan sendiri kami menemui beberapa kendala mulai dari akses jalan sempit, ditambah dengan banyaknya warga yang menonton serta minimnya sumber air," sebutnya.
Menurut pendataan Disdamkar, terdapat 13 rumah tunggal yang terbakar dalam musibah itu. "Api itu cepat menyebar karena angin juga kencang," terangnya.
Adapun penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Editor: Supiansyah