Kinerja tersebut tercermin dari realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim yang menunjukkan pertumbuhan positif hingga pada triwulan II 2024 ini, terutama berasal dari realisasi komponen pendapatan transfer.
Pangsa pendapatan transfer terhadap total pendapatan mencapai 51,25 persen dan ini merupakan komponen dengan pangsa terbesar. Sementara untuk komponen lainnya yaitu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain-lain pendapatan yang sah masing-masing sebesar 48,66 persen dan 0,09 persen.
Kepala KPw BI Provinsi Kaltim, Budi Widhihartanto mengatakan pada secara spasial triwulan II 2024 realisasi pendapatan terbesar yaitu dari Kota Samarinda sebesar 46,94 persen sedangkan realisasi belanja tertinggi yaitu dari Penajam Paser Utara sebesar 32,75 persen.
Dalam Laporan Perekonomian Pemprov Kaltim bahwa realisasi pendapatan maupun belanja APBN juga tumbuh terutama didorong oleh peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Sejalan dengan itu juga belanja APBN mengalami peningkatan yang cukup besar untuk pembangunan Ibu Kota Nusantata (IKN),” jelasnya saat dikutip melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/9/2024).
Pada triwulan II 2024 pagu pendapatan Provinsi Kaltim juga meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang didorong oleh komponen lain-lain pendapatan yang sah dan PAD. Pasalnya, sejak awal tahun 2024 pagu pendapatan Pemprov Kaltim naik 6,96 persen year on year (yoy) atau sebesar Rp20 triliun. Sementara, pagu Perubahan APBD Kaltim pada tahun 2023 yakni sebesar Rp14,62 Triliun.
“Peningkatan pagu tersebut dikarenakan meningkatnya nilai pagu seluruh komponen terutama pada komponen lain-lain pendapatan yang sah sebesar 681,86 persen (yoy),” tutupnya.
Editor: Aspian Nur