Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda melalui Anis Siswantini sebagai kepala menegaskan harus ada solusi dari penertiban anjal dan pengemis tersebut termasuk dengan mereka yang menggunakan kostum badut.
“Saya bahkan pernah memanggil awak media, waktu itu kalau tidak salah tangkapan kami sekitar 15 orang. Kami buktikan ini kami kerja, kami tertibkan mereka,” kata Anis kepada Korankaltim.com Senin (2/9/2024).
Selama ini paling lama tiga hari Satpol PP bisa menampung para anjal dan pengemis, sisanya mereka harus dilepaskan kembali, padahal Anis berharap ada solusi yang tepat terkait masalah ini apalagi ragamnya makin banyak.
Minimal harus ada tempat penampungan sehingga mereka tidak hanya diberika efek jera, namun juga diberikan pengetahuan dan pemahaman baru, termasuk masalah pendidikan dan pekerjaan. Anis yang juga Mantan Camat Samarinda Kota menyebut memberi pemahaman bekerja dengan cara lain bisa lebih efektif.
“Memberikan pelatihan buat mereka, termasuk juga memberikan pemahaman ini ada pekerjaan yang lebih bagus, ya difasilitasi, jadi tidak lagi setelah ditangkap kemudian dilepaskan, jadinya sia-sia,” paparnya.
Selain memberikan pelatihan dan pemahaman juga harus memberikan modal usaha bagi mereka, terutama bagi orangtua yang anak-anaknya berjualan asongan atau minta-minta. Pendidikan yang gratis dan program orangtua asuh bisa jadi solusi. “Jadi semuanya bisa berkolaborasi, mulai dari kami untuk penertiban, kemudian nanti setelahnya apa, bisa dari pendidikan, modal usaha, keterampilan sehingga semua bisa maju dan tidak berputar disitu-situ saja,” tutup Anis.
Editor: Aspian Nur