Hal ini disampaikan KepalaDisporapar Samarinda Muslimin kepada Korankaltim.com Kamis (22/8/2024) hari ini.
“Kami mengajukan melalui Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif untuk melaksanakn uji petik mandiri kota kreatif di Samarinda selama 14 hari,” jelas Muslimin.
Uji petik sudah berlangsung dua hari pada 19-20 Agustus kemarin dan ada 17 subsektor yang dikunjungi untuk melakukan penetapan, beberapa diantaranya ekra fashion, fotografi, seni pertunjukkan dan kriya.
“Ada enam sektor unggulan Samarinda yang bakal jadi lokomotif pergerakan ekraf di kota ini. Setelah melakukan uji petik itu ada satu yang dijadikan unggulan yaitu music tapi tidak mengesampingkan ekraf yang lain. Ilustrasinya, kalau di Samarinda menyelenggarakan even music pasti ekraf yang lain bisa masuk di dalamnya, seperti pertunjukkan seni dan kuliner,” papar Muslimin.
Samarinda sendiri pernah melahirkan pemusik yang terkenal di Indonesia, seperti gitaris grup musik EdanE dan Godbless Eet Syahranie juga pemain gitar Slank yaitu Ridho Hafiedz kemudian ada Icha Jikustik. Nama-nama pemusik tersebut memang sempat eksis di nasional dan menjadi cikal bakal musik di Kota Tepian.
Karena itu Samarinda bisa jadi ikon atau ciri khas yaitu kota musik.
Disporapar bakal lebih sering menyelenggarakan even music apalagi sudah ada lokasinya seperti halaman parkir GOR Segiri, polder Air Hitam juga Teras Samarinda. “Dari kesepakatan yang dibuat kami ingin membangun Samarinda menjadi kota musik. Komitmen ini terus kami galakkan dan kami akan mengumpulkan semua musisi yang ada di Samarinda. Untuk memotivasi akan kami undang grup band dari luar Kaltim untuk hadir nantinya,” tutup Muslimin.
Editor: Aspian Nur