Kebakaran di Jalan Sentosa Samarinda Sore Tadi, Anak Berkebutuhan Khusus jadi Korban Jiwa, Ditemukan Dalam Posisi Sujud
2 menit baca1.673 kali dibaca

2 menit baca1.673 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) meninggal dunia secara tragis Minggu (14/7/2024) sore tadi.
ABK tersebut meregang nyawa dalam kondisi tubuh yang hangus setelah kebakaran terjadi di Jalan Sentosa Gang Kenangan 1B RT 73 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda pukul 15.00 WITA tadi.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Teguh Setyawardhana kepada Korankaltim.com menyampaikan informasi kebakaran yang merenggut nyawa manusia tersebut.
Teguh mengatakan berdasarkan informasi dari warga kebakaran dipicu dari obat nyamuk yang dibakar oleh ABK tersebut.
"Dugaanya ada anak yang menyalakan obat nyamuk, tetapi untuk pastinya dalam penyelidikan kepolisian. Memang ada satu korban jiwa, posisi saat ditemukan sujud, kedua tangan memegang tembok di kamar mandi, kondisi hangus terbakar," kata Teguh.
Disdamkar Samarinda menurunkan unit dari posko 1 dan 2 dengan dibantu relawan begitu mendapat informasi adanya musibah kebakaran tersebut.
"Upaya pemadaman kurang lebih satu jam, kendala yang dihadapi di lapangan akses masuk ke titik api sempit, kalau sumber air melimpah," paparnya.
Selain menghilangkan nyawa, amukan si jago merah juga menghanguskan dua bangunan yakni satu rumah tunggal dan bangsal enam pintu bermaterial kayu.
“Bangunan yang terbakar satu rumah tunggal, dan bangsal enam pintu, serta tiga rumah beton terdampak," ucapnya.
Sementara Agus, warga sekitar menjelaskan, dirinya mendengar suara teriakan kebakaran, membuatnya terkejut dan langsung keluar rumah.
"Pas saya keluar rumah api itu sudah besar di rumah bangsalan depan rumah saya," ujar Agus.
“Rumah itu bangsalan semua, terbuat dari kayu," imbuhnya.
Seluruh bangsalan tersebut berpenghuni dan semua penghuninya berlarian keluar menyelamatkan diri.
"Semua ada penghuninya, semuanya berhamburan keluar tadi," ucap Agus lagi.
Terpisah Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Rahmat Aribowo yang ditemui dilokasi kejadian mengatakan untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebabnya.
"Dugaanya belum bisa dipastikan, masih kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan akan berkoordinasi dengan labfor untuk mengetahui penyebab pastinya," kata Rahmat.
Rahmat menyebut untuk anak yang meninggal dunia berusia 22 tahun berjenis kelamin laki-laki.
"Sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Posisi saat ditemukan telungkup menghadap tembok dikamar mandi," ujar Rahmat.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG