Salah seorang pemilik rumah, Haruna (42) yang dikonfirmasi awak media mengatakan, sebelum kejadian tersebut pihak telah komplain kepada pihak perusahaan bahwa akibat aktivitas tambang yang dilakukan itu menyebabkan rumah mereka retak, tetapi perusahaan justru acuh.
"Saya sudah komplain itu sejak bulan November 2023, setelah ambruk baru mereka datang satu-satu mau nego-nego harga perbaikan rumah, sebelumnya tidak digubris sama sekali," ungkapnya.
"Jadi, mereka itu tetap gali terus sampe longsor, walaupun sudah sampai memohon ke mereka, dan mereka baru mau bertemu kami hari ini, setelah seperti ini," sambungnya.
Ia pun mengaku bahwa aktivitas yang dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut tak sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang berlaku.
"Aktivitas mereka itu 24 jam, dan jarak dari rumah sebelum ambruk itu sekitar 100 meter, tetapi pas sudah ambruk tidak ada sampe 50 meter," katanya.
Ia menambahkan, dari pihak perusahaan pun melakukan penggalian sedalam 21 meter tepat di samping rumah, kemudian dirinya meminta pekerja untuk setop, tetapi mereka acuh.
"Mereka malah bilang kenapa dilarang, saya bilang rumah saya retak, dan dijawab nanti perusahaan yang tanggung jawab. Ya saya bilang saja kalau tidak ada hitam di atas putih tidak mau, di situ ada keluarga, siapa yang mau tanggung kalau ada korban jiwa, uang tidak bisa diganti dengan nyawa, saya bilang seperti itu," bebernya.
Upaya itu pun terus dilakukan Haruna untuk menyelamatkan rumah miliknya serta warga sekitar, dengan mendatangi pihak kecamatan hingga kelurahan, bahkan melaporkan ke Bhabinkamtibmas, tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan.
"Saya ke kecamatan dan kelurahan tidak ditanggapi juga, waktu itu ada pihak kepolisian juga, Alhamdulillah tidak ada juga tindakan yang dilakukan sampai sekarang. Saya sama warga juga sebelumnya sudah keluhkan soal debu, suara bising, lahan pertanian yang rusak sampai jalan longsor, itu tidak ada tindakan juga," ujarnya.
Dirinya pun heran jalan raya atau umum turut digunakan mereka sebagai jalur hauling batu bara. "Katanya resmi, kok bisa sampe menggunakan jalan raya, tidak tahu juga mungkin ada dekengannya," imbuhnya.
Dan saat ini aktivitas tambang batu bara itu pun diakuinya masih tetap jalan. "Sampai saat ini ada penggalian itu kedalaman kurang lebih 50 meter, ada juga penimbunan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z